Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Pemkab Ciamis melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Ciamis, berjanji akan segera melakukan penanganan terhadap bahu jalan Cisaga-Rancah yang ambrol pada Kamis (23/1/2020) malam.
Kepala DPUPR Ciamis, Aef Saefulloh melalui Kepala Bidang Bina Marga, Hilman Nuryadin mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi ambrolnya bahu jalan tersebut. Kata dia, bahu jalan yang ambrol sekitar 5 meteran.
“Kita sudah pasang garis pengaman disepanjang bahu jalan yang ambrol, memang sangat membahayakan, karena dibawahnya jurang. Makanya akan segera kita perbaiki,” ujar Hilman, kepada HR Online Jumat (24/1/2020).
Menurut Hilman, ambrolnya bahu jalan tersebut lantaran tembok penahan tebing (TPT) jalan, tak mampu menahan guyuran air hujan. “TPT yang ambrol ini memang sudah lama dibangun pemda, sehingga ketika diguyur hujan deras langsung ambrol,” katanya.
Selain itu lanjutnya, kondisi jalan tersebut memang labil, telihat dari retakan-retakan pada badan jalan. Saat ini tambah Hilman, arus lalu lintas di jalur tersebut diberlakukan buka tutup. Hal tersebut dilakukan demi keselamatan pengendara yang melintas.
“Kami juga imbau kepada pengendara agar berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut, Insya Allah kita upayakan segera dilakukan perbaikan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, bahu jalan raya Cisaga-Rancah, tepatnya di blok Cisela Desa Bojonggedang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, ambrol, Kamis (23/1/2020) malam.
Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Ciamis, Ade Waluya mengatakan, bahu jalan tersebut ambrol lantaran terbawa tanah yang longsor di bagian tebing jalan.
“Bahu jalan yang ambrol terbawa longsor sekitar 5 meteran, selain ambrol, aspal jalannya pun kini retak-retak,” ujarnya, Jumat (24/1/2020).
Diduga, ambrolnya bahu jalan tersebut lantaran tembok penahan tebing (TPT) jalan, tak mampu menahan guyuran air hujan yang meluap dari drainase. Kejadian tersebut juga menyebabkan gorong-gorong yang ada dibawah jalan tersebut ikut hancur.
“Bahu jalan yang ambrol ini cukup membahayakan pengendara, karena dibawahnya merupakan tebing setinggi kurang lebih 7 meteran,” ungkapnya. (Jujang/R8/HR Online)