Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Sejak berdiri tahun 2008 silam, Gerakan Masyarakat Anti Kekerasan (Gema Anker) terus berkiprah di berbagai bidang, salah satunya dengan melaksanakan program penghijauan.
Program “Galuh Hejo Rakyat Ngejo” yang dicetuskan Ketua DPP Gema Anker, H Nanang Permana, menjadi salah satu bukti keseriusan ormas tersebut dalam melestarikan lingkungan.
“Gema Anker yang kerap dianggap negatif, nyatanya telah ikut membantu pemerintah dan masyarakat menjaga kelestarian lingkungan. Kita sudah membuktikan kepada masyarakat, bahwa Gema Anker tidak pernah malakukan perbuatan yang merugikan masyarakat,” jelas, Ketua DPP Gema Anker, H Nanang Permana, disela-sela kegiatan harlah “Gema Anker” ke 12 di Gedung Pepabri kabupaten Ciamis, Sabtu (25/01/2020).
Kata dia, ormas Gema Anker telah melalui proses metamorfosis, dari seekor kupu-kupu jahat yang bertelur lalu menjadi kepompong, kemudian terlahir kembali menjadi kupu-kupu baik yang banyak disukai orang.
“Kita buktikan, bahwa Gema Anker adalah ormas yang bisa berkarya tanpa harus bersandar ke orang lain apalagi kepada pemerintah,” tegas Nanang yang saat ini menjabat Ketua DPRD Ciamis itu.
Lebih lanjut Nanang mengatakan, program penghijauan lingkungan yang dicetuskan ormas yang ia pimpin, beriringan dengan program Pemkab Ciamis dalam melestarikan lingkungan.
Pemkab bersama DPRD akhir tahun 2018 lalu, sudah menetapkan Perda RTRW yang salah satu di dalamnya mengatur bahwa kawasan hutan negara Gunung Sawal, Gunung Madati dan Geger Bentang adalah Kawasan Hutan Konservasi atau Hutan Lindung yang harus dijaga kelestariannya.
“Maka dari itu, saya ingatkan kepada kawan-kawan Gema Anker untuk ikut melastarikan lingkungan dengan melakukan penanaman pohon, jangan sekali-kali mengambil manfaat hutan dengan mengambil kayu atau tanamannya, karena itu akan menyengsarakan generasi kita di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Menurut Nanang, yang namanya pemanfaat ekonomi hutan itu, bukan seberapa banyak kita mendapatkan uang dari pengelolaan hutan tersebut. Namun bagaimana agar masyarakat bisa mendapatkan air gratis dengan mudah dan menghirup udara segar dengan bebas.
“Seberapa mudah dan seberapa besar masyarakat mengakses air untuk kehidupannya, pertanian dan perikanan di Ciamis, itu yang dinamakan manfaat ekonomi hutan,” katanya.
Sebagai solusi, pihaknya tengah memprogramkan penanaman sejuta pohon aren. Pohon aren ditanam di tiap sumber mata air. Dari 258 Desa di Kabupaten Ciamis, ada sekitar 200 Desa yang memiliki sumber mata air. Jika satu desa menanam sedikitnya 500 pohon aren di lima sumber mata air, maka akan ada 100 ribu pohon aren di Kabupaten Ciamis.
“Manfaat dari pohon aren yang ditanam akan dirasakan 10 tahun kemudian, sumber air akan terjaga sehingga masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan air. Manfaat ekonomi lainnya, Ciamis bisa menjadi pusat sumber produksi gula aren,” ucap, Ketua DPC PDI Perjuangan Ciamis itu.
Sementara itu, mewakili Bupati Ciamis, Asda II Setda Ciamis, Toto Marwoto mengapresiasi peran serta Gema Anker dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Pihaknya pun mengucapkan terimakasih atas dedikasi Gema Anker terhadap masyarakat Kabupaten Ciamis.
“Kontribusi positif dari ormas binaan Pak Nanang Permana di bidang sosial, budaya, dan pelestarian alam ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. (R8/HR Online)