Fosil kalajengking purba ditemukan oleh para ilmuwan. Diperkirakan fosil itu disebut-sebut kalajengking tertua. Dilihat dari kerangkanya pun memang terlihat sangat tua. Sehingga para ilmuwan yakin bahwa fosil tersebut adalah hewan tertua di dunia.
Bahkan penemuan fosil ini juga mengacu pada hewan yang dianggap sebagai nenek moyang. Sebab diperkirakan usianya sudah sangat tua hingga ratusan tahun lamanya.
Fosil Kalajengking Purba Berusia Ratusan tahun
Hewan yang bernama kalajengking tergolong berbahaya. Sebab, memiliki sengat dan juga beracun.
Tidak heran jika hewan ini ditakuti oleh beberapa orang. Apalagi jika sudah menyengat tubuh, maka rasanya akan sakit sekali.
Baca juga: Fosil Burung Purba Fukuipteryx Ditemukan di Jepang, Usianya 120 Juta Tahun
Ada banyak jenis kalajengking yang terbagi dalam beberapa spesies. Kalajengking tersebut memiliki karakteristik sendiri. Namun persamaannya adalah memiliki sengat dan racun di ujung ekornya.
Kalajengking dengan ciri terbaru ditemukan oleh beberapa ilmuwan. Penemuan tersebut hanya berupa fosil atau kerangkanya saja.
Meskipun hanya fosil, namun banyak fakta yang didapatkan dari kerangka ini. Fosil kalajengking purba ini ditemukan di situs Wisconsin. Sebelumnya, situs ini berupa kolam berukuran kecil yang ada di tebing pulau.
Kemudian dua ilmuwan menemukan sebuah fosil yang diduga adalah kalajengking. Meskipun mulanya belum diketahui apakah fosil ini kalajengking atau bukan.
Fakta Fosil Kalajengking Purba
Fosil ini ditemukan sekitar tahun 1980an. Kemudian fosil tersebut disimpan di salah satu museum. Kurang lebih waktu penyimpanannya sekitar 30 tahun. Penyimpanan ini dilakukan karena fosil ini begitu berharga.
Dari penemuan dan penelitian ini ditemukan beberapa fakta menarik. Berikut ini fakta menarik dari fosil kalajengking tertua.
1. Berumur Kurang Lebih 437,5 Tahun
Salah satu fakta yang ditemukan dari fosil kalajengking purba ini adalah usianya sangat tua. Kurang lebih sudah mencapai 437, 5 tahun.
Sebelumnya pernah ditemukan fosil kalajengking yang pertama. Tepatnya di daerah Skotlandia. Umurnya sekitar 434 juta tahun.
Baca juga: Temuan Fosil Hiu Purba Berusia Ratusan Juta Tahun
Sedangkan fosil purba ini diperkirakan lebih tua sekitar 3 atau 4 tahun. Oleh karena itu, para ilmuwan berpendapat bahwa kalajengking ini adalah spesies tertua.
2. Disebut sebagai Venoscorpio Venator
Fakta selanjutnya dari fosil kalajengking purba ini adalah memiliki jenis venator. Arti dari nama Venoscorpio Venator adalah hewan tertua atau nenek moyang.
Sedangkan venator memiliki arti pemburu. Seperti kebanyakan hewan beracun lainnya yang tergolong pemburu.
3. Memiliki Pernafasan Seperti Kepiting Tapal Kuda
Perlu diketahui bahwa kalajengking ini memiliki sistem pernafasan unik. Bahkan bisa dibilang menyerupai kepiting tapal kuda yang hidup di laut. Sehingga tidak heran jika hewan ini pernah hidup di lautan, kemudian menjadi hewan darat.
Hal ini juga menjadi salah satu fakta dari kalajengking venator. Sebab, dulunya kalajengking ini mampu hidup di air. Diperkirakan bahwa kalajengking ini memiliki waktu yang cukup lama untuk bertahan di air. Tidak heran jika hal ini menjadi keunikan dari kalajengking venator.
Dari beberapa fakta diatas dapat diketahui bahwa kalajengking ini adalah hewan purba. Penelitian kalajengking ini juga memunculkan beberapa pengetahuan baru.
Seperti kalajengking yang berevolusi dari laut hingga ke darat. Hal ini juga membuktikan bahwa sistem pernafasan kalajengking purba dan modern berbeda.
Namun sebenarnya kerangka yang dimiliki hampir sama. Hal ini dapat dilihat dari fosil kalajengking purba. Sehingga dapat dikatakan bahwa kalajengking purba memang menyerupai kalajengking modern.
Perbedaannya hanya terletak di sistem pernafasan. Perlu diketahui bahwa kalajengking purba memang hidup di lautan. Lebih tepatnya di laut yang dangkal.
Jika dianalisa dari umurnya, maka kalajengking ini hidup di zaman Silurian. Lebih tepatnya di awal periode tersebut. Sehingga bisa dipastikan bahwa kehidupan kalajengking ini sebagian di lautan.
Baca juga: Penemuan Fosil Thalattosaurus Reptil Purba Berumur 200 Tahun
Namun perlu diketahui bahwa kalajengking ini hidup di daratan. Diduga kalajengking purba ini menghabiskan pernafasan di daratan.
Karena sistem pernafasannya yang unik, maka kalajengking ini masih bisa bertahan di dalam air. Dengan begitu, kalajengking purba memang memiliki dua kehidupan di zaman purba.
Cara kerja pernafasannya juga cukup unik dan hampir sama dengan arkhanida. Kalajengking tersebut akan menghirup udara secara ekslusif.
Jika dilihat secara keseluruhan, maka cara tersebut sama dengan kalajengking modern. Para ilmuwan juga berpendapat bahwa kalajengking modern adalah keturunan dari fosil ini.
Fosil kalajengking purba yang ditemukan oleh para ilmuwan memang cukup fenomenal. Dengan adanya penelitian ini, ilmuwan dapat mempelajari evolusi yang terjadi pada kalajengking. (R10/HR-Online)