Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, prioritaskan wisata alam dan pertanian untuk meningkatkan laju ekonomi masyarakat.
“Sebenarnya masih ada beberapa potensi ekonomi yang lain. Namun, untuk saat ini, itu dulu yang akan diprioritaskan,” kata Kepala Desa Mulyasari, Wawan Gunawan kepada HR Online, Kamis (30/1/2020).
Melalui pengembangan dalam bidang ini, Wawan optimis bisa meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Hal tersebut dikarenakan sawah di Desa Mulyasari cukup luas.
Selain itu, menurutnya, Gunung Sangkur sekarang sudah menjadi salah satu wisata di Mulyasari, juga sangat berpotensi ketika dikembangkan.
“Luas sawah di kita ada sekitar 1400 hektar, itu sangat berpotensi untuk dikembangkan. Sselain itu, wisata alam yang sudah ada, di pinggir gunung sangkur itu juga bisa diperindah sebagai tempat rekreasi,” ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, sarana prasarana yang sudah memadai itu sangat menunjang untuk perkembangan potensi ekonomi.
“Saya senang Pemkot Banjar sudah mensuport dari segi infrastruktur. Di Mulyasari infrastruktur hampir 100 persen sudah bagus, dan itu akan sangat menunjang,” tuturnya.
Namun di sisi lain, terdapat permasalahan yaitu sumber daya manusia (SDM) di Desa Mulyasari masih kurang memadai. Sehingga, hal tersebut bisa menghambat perkembangan potensi ekonomi di Desa Mulyasari yang ada.
“Memang di Mulyasari masih kekurangan SDM yang mumpuni untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada,” ujarnya.
Untuk menangani hal itu, Wawan menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa akan melakukan pembangunan di bidang SDM.
Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi yang ada.
“Karena SDM masih kurang, jadi ke depan kita akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia, melalui pendampingan dan pelatihan,” jelasnya.
Wisata Alam Perlu Dikembangkan
Sementara itu, Titin (35), pedagang di lokasi desitinasi wisata alam Gunung Sangkur, yang terletak di Dusun Margaluyu mengatakan, bahwa wisata tersebut memang berpotensi untuk dikembangkan.
Menurutnya, meskipun keadaan wisata tersebut masih belum terlalu bagus, namun rutin dikunjungi pengunjung setiap harinya.
“Tiap hari ada saja pengunjung. Bahkan pengunjungnya bisa sampai 20 lebih, ada yang makan-makan bareng, ada juga yang sekedar mengambil foto,” katanya Titin.
Titin juga berharap, destinasi wisata Gunung Sangkur ini dikembangkan lagi. Sebab, menurutnya, destinasi ini akan lebih menarik ketika semakin diperindah.
“Harapan saya ya dikembangkan lagi. Potensinya bagus, bahkan pernah ada yang prewedding di sini,” pungkasnya. (Rizki/R5/HR-Online)