Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, sudah memasang alat pendeteksi gempa atau seismograf, untuk mengantisipasi dan mengukur guncangan akibat gempa bumi di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya.
Kepala BPBD Kota Banjar, Dedi Suardi, mengatakan, alat seismograf merupakan bantuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Barat.
Nantinya alat pendeteksi itu akan langsung terkoneksi ke BMKG. Alat tersebut akan menampilkan berapa kekuatan jika terjadi gempa bumi, sehingga kesiapsiagaan petugas dalam mendeteksi bencana lebih mudah.
“Alat seismograf ini akan bekerja ketika ada gempa, dengan luas jangkauan meliputi daerah Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Ciamis dan Kuningan,” terang Dedi Suardi, kepada awak media, Selasa (07/01/2020).
Selain memantau alat pendeteksi gempa, memasuki musim penghujan ini, BPBD Kota Banjar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana yang ada di Kota Banjar.
Dedi menyebutkan, ada beberapa titik di wilayah Kota Banjar yang sudah dipetakan sebagai daerah rawan bencana, di antaranya wilayah Kecamatan Langensari yang berpotensi angin kencang.
Selanjutnya, daerah kawasan Gunung Babakan di Kecamatan Purwaharja, dan daerah di kawasan Gunung Sangkur, Kecamatan Pataruman sebagai daerah rawan longsor dan retakan tanah.
“Kemarin sudah ada tanah longsor di Cipadung, Kecamatan Purwaharja, dan pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Langensari. Alhamdulillah, semuanya bisa ditangani,” katanya.
Meski selama ini belum ada korban jiwa, Dedi mengingatkan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan selalu waspada. Terlebih sudah ada kejadian pohon tumbang menimpa rumah warga. Oleh karena itu, bagi yang memiliki pohon besar di dekat rumah supaya dipangkas untuk meminimalisir kerugian. (Muhlisin/Koran HR)