Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Puluhan warga Dusun Cilangkap, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menggeruduk kantor desa untuk meminta Pemerintah Desa transparan dalam alokasi anggaran pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2019, Selasa (31/12/2019).
Warga yang menduga adanya penyelewengan anggaran tersebut datang ke Kantor Desa mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian serta TNI setempat.
Apandi, Ketua Koordinator Aksi mempertanyakan transparansi Pemerintah Desa Pasirnagara terkait pengalokasian anggaran pembangunan Dana Desa yang digelontorkan untuk pembangunan di Dusun Cilangkap yang diduga sarat akan penyimpangan.
“Kedatangan kami ke sini hanya ingin mempertanyakan anggaran Dana Desa yang kami duga terdapat penyelewengan anggaran di dalamnya. Dari hasil pemantauan kami, selama pekerjaan di tiga titik lokasi ini ada puluhan juta rupiah yang tidak terserap, maka dari itu kami sengaja datang untuk mempertanyakan di kemanakan sisa uang anggaran tersebut?” kata Apandi dalam audiensi bersama perangkat Desa Pasirnagara.
Dari total seluruh anggaran untuk tiga titik lokasi pembangunan di Dusun Cilangkap, lanjut Apandi, dirinya menduga ada upaya penggelapan anggaran yang dilakukan oleh panitia pelaksana pekerjaan. Panitia tersebut di dalamnya adalah aparat Pemerintah Desa Pasirnagara.
“Dari hitungan kami, ada sekitar 98 juta rupiah uang yang tidak terserap dalam pembangunan di sini. Hal itu kami ketahui dari nilai yang tertera di papan kegiatan yang jumlahnya besar namun dalam kenyataannya pekerjaannya tidak menghabiskan anggaran seperti apa yang tertera di dalam papan kegiatan,” katanya.
Menurut Apandi, pihaknya bahkan sudah menghitung secara detail terkait jumlah material yang digunakan.
“Alhasil kami menemukan beberapa kejanggalan dimana ada sekitar 98 juta yang tidak diterapkan. Maka dari itu, kami ingin mengetahui dikemanakan sisa anggaran yang jumlahnya 98 juta itu?” terangnya.
Massa Pertanyakan Pengelolaan Bumdes Desa Pasirnagara
Massa juga mempertanyakan pengelolaan Bumdes yang dianggap tidak terlihat adanya kegiatan, padahal sumber anggarannya jelas tertera dan nilainya lumayan besar.
Kepala Desa Pasirnagara, Kusmana saat mendapatkan pertanyaan dari massa, dirinya tidak mau memberikan jawaban terkait dugaan uang kelebihan anggaran.
“Untuk ranah ini, kami mohon maaf tidak bisa memberikan jawaban. Karena ini masuknya ke dapur kami. Jadi tidak mungkin untuk kami beritahukan kepada warga. Mohon maaf saya tidak bisa memberikan jawaban,” katanya.
Terkait Bumdes, kata Kusmana, dirinya juga belum bisa memberikan penjelasan karena tidak ada kepengurusan Bumdes yang hadir dalam kesempatan tersebut.
”Untuk Bumdes, alangkah baiknya nanti kita tanyakan kepada pengurusnya ya. Jadi kami juga tidak bisa memberikan keterangan apa-apa,” terangnya.
Menanggapi pernyataan dari kepala desa, puluhan massa hampir tersulut emosinya. Mereka pun tetap bertahan dan memenuhi aula kantor desa meski waktu Dzuhur tiba.
Mereka berharap pemerintah Desa Pasirnagara bisa menyampaikan alasan dan memberi jawaban dikemanakan uang yang diduga digelapkan tersebut.
Ketua BPD Pasirnagara, Zenal Somadin mengaku kecewa dengan sikap kepala desa yang tidak mau memberikan pernyataan dan jawaban terkait pertanyaan dari masyarakat.
“Secara ini kami merasa kecewa dengan sikap Pak Kades yang selalu terturup terkait persiapan ini. Dengan tidak mau memberikan jawaban di sini jelas masyarakat semakin curiga jika uang tersebut itu memang telah diselewengkan oleh pihak desa. Namun kami selaku BPD tidak bisa memvonis, hanya saja kecewa karena pak Kades tidak bisa memberikan penjabaran kepada warga,” katanya.
Dalam hal ini, lanjut Zenal, selaku BPD dirinya mengaku tidak tahu setiap pekerjaan yang dikerjakan oleh Pemdes Pasirnagara.
“Ya karena dalam hal ini, jujur saja pihak desa juga tertutup kepada kami (BPD). Selama berjalannya pembangunan DD, BPD hanya tahunya ketika kegiatan sudah selesai. Dan untuk jumlah anggaran setiap titiknya juga, kami tahunya dari prasasti yang dipasangkan,” terangnya.
Karena dalam audensi tersebut, Zenal mengaku mendapatkan titik terang. Karena itu, pihaknya kemduain menunda audiensi.
“Besok kami BPD dan perangkat desa akan melakukan musyawarah terkait persiapan ini. Tadi kami meminta kepada kepala desa agar hari besok semua perangkat desa dan BPD hadir dalam kegiatan musyawarah menyikapi persoalan ini. Tidak ada kata hari libur besok. Ini urusannya sudah urgent dan harus segera diselesaikan,” katanya. (Suherman/R7/HR-Online)
Permohonan Maaf:
Pada pemberitaan sebelumnya, kami mencantumkan alamat Dusun Cibuluh, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kami sudah memperbaikinya dengan Dusun Cilangkap, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.
Atas kesalahan penyebutan alamat tersebut, kami memohon maaf dan telah mengoreksi berita di atas dengan alamat yang benar.
Salam, Redaksi Harapan Rakyat Online