Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, dan wilayah Priangan Timur menjadi daerah berprestasi karena berhasil menekan angka inflasi hingga di bawah 2 persen.
Prestasi tersebut merupakan yang terbaik se-Pulau Jawa dan Bali dalam kurun waktu sebelas tahun terakhir.
Hal itu sebagaimana dikatakan Perwakilan Bank Indonesia Cabang Tasikmalaya, Heru Saptaji saat acara Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah di ruang rapat Setda Kota Banjar, Jum’at (27/12/19).
“Alhamdulillah, luar biasa karena tahun ini rata-rata di wilayah Priangan Timur terutama di Kota Banjar angka inflasi berada di bawah dua persen, bahkan proyeksi kita sampai akhir tahun bisa di bawah angka 1,80 persen. Ini merupakan prestasi terbaik se-Jawa dan Bali dalam penekanan angka inflasi,” kata Heru kepada awak media.
Sebelumnya, kata Heru melanjutkan, wilayah Priangan Timur belum pernah menjadiyang terbaik melampaui daerah Jogja, Bali, Kediri, dan daerah lain. Tapi akhirnya wilayah Priangan Timur bisa mengalahkan daerah lain.
“Keberhasilan itu merupakan prestasi terbaik dalam 11 tahun terakhir yang bisa dicapai di wilayah Priangan Timur,” katanya.
Heru menjelaskan, ada beberapa faktor yang memengaruhi capaian tersebut, salah satunya gerakan sadar inflasi yang dilakukan oleh masyarakat melalui program tanaman dapur keluarga.
Selain itu lanjut Heru, dipengaruhi juga karena adanya keterjangkauan harga, pengawasan distribusi, dan adanya sinkronisasi kebijakan daerah.
Menurutnya, dengan program Tagada, ketersediaan stok pangan terpenuhi sehingga tidak menimbulkan gejolak kenaikan harga di pasar karena suplai terpenuhi. Selain itu ada keseimbangan yang menjadi bagian penting dari program pengendalian inflasi di suatu daerah.
“Jadi gerakan sadar inflasi itu ada keterlibatan masyarakat melalui ruang produksi. Nah, ini yang harus dijaga sehingga tidak menimbulkan gejolak kenaikan harga di pasar, karena suplai terpenuhi dan ada keseimbangan,” katanya.
Sementara Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih mengajak kepada semua pihak dan masyarakat Kota Banjar untuk bersama-sama menekan angka inflasi melalui pemenuhan ruang-ruang produksi kebutuhan pangan.
Karena menurut Ade Uu, ketika inflasi terkendali kesejahteraan masyarakat terpenuhi dan Indeks Pembangunan Manusia juga turut meningkat.
“Semua pihak harus berperan aktif menekan angka inflasi. Tahun depan harus lebih baik lagi agar kesejahteraan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)