Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Situs Batu Kalde Pangandaran jadi salah satu lokasi wisata edukasi di Cagar Alam.
Wisatawan yang berkunjung ke Cagar Alam Pangandaran tidak hanya disuguhi keindahan alam yang masih murni, namun juga bisa menelusuri catatan sejarah yang ada di Situs Batu Kalde.
Uking Iskandar, Kepala BKSDA Pangandaran, mengatakan, Situs Batu Kalde merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Galuh Pananjung pada abad 8 hingga abad 14.
“Keberadaan Batu Kalde sendiri sudah ada sejak dulu di Taman Wisata Pangandaran (Cagar Alam),” jelas Uking Iskandar, Minggu (22/12/2019).
Keberadaan Situs Batu Kalde Pangandaran, jadi salah satu situs sejarah yang sudah dikaji oleh arkeolog dari Balai Pelesetarian Cagar Budaya Banten.
“Setelah diteliti, disimpulkan bahwa Batu Kalde tersebut merupaakan situs sejarah Kerajaan Galuh Pananjung,” terang Uking.
Lebih jauh disampaikan Uking, bahwa Situs Batu Kalde yang ada saat ini merupakan reruntuhan candi dan arca sapi.
“Arca sapi itu sendiri adalah tempat persembahyangan umat Hindu zaman dulu, sebelum Jepang masuk ke Pangandaran,” kata Uking.
Sementara itu, Abdul Rosid, petugas juru pelihara Situs Batu Kalde Pangandaran dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, mengatakan, Batu Kalde yang ada di Cagar Alam Pangandaran sudah resmi menjadi situs sejarah.
“Hal itu sudah ditetapkan oleh BPCP atas dasar Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang situs sejarah,” terangnya saat ditemui HR Online.
Saat ini Situs Batu Kalde yang berada di bagian Barat Cagar Alam Pangandaran diberi jarak atau pembatas dengan dipasang pagar di sekelilingnya.
“Keberadaan situs ini selain dirawat oleh BPCB juga dipelihara oleh BKSDA Pangandaran, kita sama-sama memelihara situs tersebut,” pungkasnya.
Berita Terkait: Penelitian Situs di Pangandaran Gunakan Geolistrik
Sementara itu, berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui keberadaan Situs Batu Kalde merupakan bukti masyarakat Pangandaran sudah lama memiliki peradaban tinggi.
Hal ini terlihat dari kemampuan masyarakat Pangandaran pada masa lalu yang sudah mampu membuat candi dengan arsitektur tinggi dan cita rasa seni yang mengagumkan. (Entang/R7/HR-Online)