Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dalam rangka “ngamumule” seni Sunda, Paguyuban Gunung Taman Geger Bentang, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini tengah menghidupkan kembali seni calung yang kini seolah mati terferus perkembangan zaman.
Ketua Paguyuban Gunung Taman Geger Bentang, Kusnadi, mengatakan, saat ini para seniman lokal yang ada di Desa Kertahayu, kembali menggiatkan latihan seni calung untuk melestarikan kesenian tradisional Sunda, yang mana kesenian tersebut dulu pernah berjaya di desanya.
“Alhamdulillah, berkat semangat rekan-rekan, malam ini kami dapat melakukan pentas seni secara terbuka. Di mana selama satu bulan ke belakang kami selalu rutin melakukan latihan,” ungkapnya, kepada HR Onine, Jum’at (13/12/2019) malam tadi.
Kusnadi menyebutkan, seni calung yang saat ini tengah ia kembangkan merupakan sebuah kesenian warisan nenek moyang yang patut untuk dilestarikan.
Seni calung mempunyai ciri khas tersendiri, yakni para pelaku seni calung dapat menghibur masyarakat dengan suguhan lagu-lagu Sunda, serta bidoran yang bisa membuat gelak tawa penontonnya.
“Selain itu, kita juga bisa menyelipkan ajakan-ajakan positif dalam setiap kita pentas. Insya Allah, ke depannya kita akan terus berlatih bersama rekan-rekan seniman yang ada di Desa Kertahayu ini,” kata Kusnadi.
Sementara itu. Kepala Desa Kertahayu, Yari Budiana, mengaku, pihaknya merasa bangga dan mendukung terhadap Paguyuban Gunung Taman Geger Bentang yang kini kembali menggiatkan kesenian Sunda di daerahnya.
“Sebagai kepala desa, tentu saya sangat mendukung pentas seni calung Geger Bentang yang diadakan oleh Paguyuban Taman Geger Bentang ini. Karena, kegiatan ini sangat sejalan dengan visi misi saya, di mana penggalian potensi yang ada di desa kita harus kita kembangkan,” katanya.
Dalam hal ini, lanjut Yari, seni dan budaya sehingga selaras dengan program daerah untuk menunjang program nasional, yaitu mengangkat seni budaya yang ada di desa,” terangnya.
Dirinya berharap, dengan diadakannya pentas seni calung seperti saat ini dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat, khususnya generasi muda terhadap seni budaya di era digital seperti sekarang ini.
Pentas seni calung yang di gagas oleh Paguyuban Gunung Taman Geger Bentang berkerjasama dengan Karangtaruna Desa Kertahayu itu mampu menyedot perhatian masyarakat Desa Kertahayu sendiri maupun dari luar.
Tampak ratusan pasang mata pun terpukau melihat keelokan para seniman yang menyuguhkan tembang-tembang Sunda, serta lawakan yang mengundang gelak tawa penonton. (Suherman/R3/HR-Online)