Berita Ciamis, (harapanrakyat.com).- Pendidikan Wawasan Kebangsaan. Dinamika kebangsaan mengalami perkembangan, perubahan dan pergeseran nilai yang sangat signifikan. Baik dinamika ideologi, politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.
Hal itu seiring dengan dahsyatnya perubahan teknologi informasi era global dan revolusi industri. Dinamika dan pergeseran nilai ini, berdampak positif terhadap peradaban bangsa.
Namun jika tidak dihadapi dengan bijak, tidak mustahil bisa berdampak terhadap rusaknya nilai-nilai kebangsaan.
Hal itu disampaikan Anggota DPR/ MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, di hadapan para tokoh, pada acara sosialisasi empat pilar di Kabupaten Ciamis, Rabu 4 Desember 2019.
Menurut Agun, dengan dahsyatnya pergaulan global dan revolusi industri, bisa menggerus nilai-nilai ideologi Pancasila. Selain itu, juga memarginalkan amanah UUD. Mengaburkan serta mendegradasi nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
“Untuk itu, penanaman nilai-nilai wawasan kebangsaan harus menjadi tanggungjawab pemerintah dan masyarakat di semua lapisan, dari pusat bahkan sampai ke desa,” tandasnya.
Agun menambahkan, pemerintah daerah jangan lagi berpangku tangan menganggap bahwa pendidikan wawasan kebangsaan bagi masyarakat adalah hal sepele dan tidak penting.
Justru dengan banyaknya problematika kebangsaan yang muncul akhir-akhir ini, kata Agun, terutama setelah perhelatan proses demokrasi, pemerintah daerah harus ikut serta dalam penguatan wawasan kebangsaan di daerah dan desa.
“Seperti halnya Pendidikan Wawasan Kebangsaan yang dilakukan secara massif oleh MPR dan pemerintah pusat,” katanya. (Deni/R4/HR-Onine)