Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Memasuki musim penghujan ternyata membawa berkah bagi “tukang naheun bubu” (nelayan ikan yang menggunakan alat bernama bubu) di aliran Sungai Citanduy.
Setiap hari, puluhan kilogram ikan udikan atau ikan Citanduy ditangkap nelayan dari Sungai Citanduy. Seperti diungkapkan Iwa (58), warga Blok Cibatok, Dusun Guha, RT. 22, RW. 09, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jum’at (06/12/2019).
Iwa mengaku, setiap hari dirinya memasang bubu di bantaran Sungai Citanduy yang loaksinya berdekatan dengan lokasi proyek Bendungan Leuwi Keris.
“Pasang malam hari, pagi-paginya diangkat, alhamdulillah dari satu bubu bisa mendapat puluhan kilogram ikan udikan atau ikan Citanduy ukuran kecil campuran,” tuturnya, kepada HR Online.
Kendati di sejumlah wilayah Ciamis tidak turun hujan, namun di daerah lain seperti Tasikmalaya, Cihaurbeuti, Panjalu, dan lainnya hujan lebat. Hal itu membuat air di Sungai Citanduy meluap. Saat volume air meluap, maka ikan Citanduy mudah ditangkap dengan alat bubu.
Iwa juga mengatakan, memasang bubu memang hobinya sejak dulu. Mau dapat ikan atau pun tidak, ia mengaku tetap enjoy.
“Serunya memasang bubu itu kalau aliran Sungai Citanduy sedang pasang, dan saat itulah waktu yang membuat saya merasa seru, karena dapat melihat ikan Citanduy melompat-melompat ke permukaan air dan terperangkap bubu,” ujarnya.
Sehari dia bisa tiga kali mengangkat bubu yang dipasang. Pagi, siang dan sore. Dalam satu kali mengangkat bubu, Iwa mengaku mendapat sekitar 7 sampai 10 kilogram ikan udikan. Jika dikali tiga, maka rata-rata sehari mendapat 30 kilogram ikan udikan.
Jika sedang hoki, Iwa bisa mendapatkan ikan Citanduy kurang lebih totalnya mencapai 1 kuintal. Hasil ikan tangkapannya biasa dia jual eceran kepada tetangganya yang membutuhkan dengan harga Rp 25.000 per kilogram.
“Setiap pagi dijual di rumah langsung habis, warga sekitar banyak yang beli, banyak juga yang ngeborong seperti pedagang lauk pauk. Alhamdulillah, ternyata membawa keberkahan,” ungkapnya.
Hanya saja, Iwa mengaku bingung jika nanti Bendungan Leuwi Keris sudah jadi, maka lahan mata pencahariannya dari pasang bubu akan hilang. “Sekarang belum jadi bendungannya jadi masih bisa pasang bubu, kalau nanti jadi gak bisa,” kata Iwa.
Warga lainnya, Siti Nurlaela (24), mengaku menyukai ikan Citanduy atau udikan dengan berbagai jenis atau dengan ukuran kecil-kecil. Pasalnya, rasa daging ikan Citanduy sangat gurih melebihi ikan kolam.
“Makanya saya selalu membeli ikan Citanduy dari nelayan bubu di Sungai Citanduy jika sedang musim bubu. Walaupun ikannya kecil-kecil, tapi ikan Citanduy enak sekali dimasak dengan di kukus atau digoreng sampai kering,” ungkap Siti. (Jujang/R3/HR-Online)