Dibalik anggapan dampaknya, manfaat santan kelapa bagi kesehatan tubuh cukup mengejutkan. Santan kelapa bahkan dipercaya mengandung nutrisi yang setara dengan susu sapi sehingga bisa menjadi alternatif penggantinya.
Santan diperoleh dari buah kelapa (Cocos nucifera) yang masih dalam keluarga palm Arecaceae. Buah ini telah dikonsumsi dan dimanfaatkan sejak ribuan tahun yang lalu. Baik untuk menyegarkan dahaga ataupun mengusir penyakit.
Buah kelapa diketahui mengandung banyak kandungan nutrisi yang penting untuk tubuh. Air kelapa muda (degan) merupakan merupakan elektrolit yang sangat berguna untuk memulihkan dehidrasi dan energi tubuh.
Daging kelapa muda juga enak dimakan langsung atau untuk campuran es buah. Sedangkan air kelapa tua juga bisa difermentasi untuk dijadikan nata de coco yang juga enak dibuat campuran es.
Kelapa yang tua inilah yang umumnya diolah sebagai santan. Banyak sekali masakan yang sangat membutuhkan campuran santan agar rasanya menjadi lebih lezat. Manfaat santan kelapa juga karena nutrisinya yang baik untuk tubuh.
Dalam 100 gram air santan terdapat beragam nutrisi yang penting untuk kesehatan. Diantaranya terdapat energi sebanyak 31 kkal, protein (0,21 gram), karbohidrat (2,92 gram), lemak (2,08 gram), dan gula (2,5 gram).
Santan yang banyak air (94,57 gram) ini juga kaya vitamin A (63 mcg), B12 (1,25 mcg), D (1 mcg), kalsium (188 mg), zat besi (0,3 mg) potasium (19 mg), dan natrium (19 mg).
Manfaat Santan Kelapa Bagi Kesehatan
Santan yang dibuat dari daging buah kelapa tua memiliki tekstur yang kental tapi lembut. Berikut ini beragam manfaat santan kelapa bagi kesehatan khususnya untuk orang yang tidak toleran laktosa.
Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh
Kandungan asam laurat dalam santan sangat baik untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Zat ini bersifat anti-inflamasi dan antimikroba serta efektif mencegah infeksi bakteri, khususnya bakteri Streptococcus pneumoniae, Mycobacterium tuberculosis, dan Staphylococcus aureus.
Melindungi Kesehatan Jantung
Kandungan asam laurat juga membuat manfaat santan kelapa efektif melindungi jantung. Penelitian Journal of Nutrition and Metabolism menyimpulkan bahwa mengonsumsi santan ampuh meningkatkan kolesterol baik (HDL) sebesar 18% dan menurunkan kolesterol buruk (LDL).
Menurunkan Tekanan Darah
Santan kelapa kaya dengan mineral penting seperti kalsium, kalium, zat besi, dan natrium yang juga ampuh mengendalikan tekanan darah (hipertensi). Nutrisi ini berfungsi melancarkan sirkulasi darah dan mencegah penyumbatan arteri.
Melancarkan Pencernaan
Manfaat santan kelapa juga baik untuk orang yang tidak toleran atau peka terhadap laktosa. Apalagi konsumsi santan juga berguna untuk menumbuhkan mikrobiota usus sehingga menjaga kesehatan usus.
Mengatasi Masalah Tukak Lambung
Penelitian yang dikutip dari Phytotherapy Research menemukan santan yang juga bersifat antiulcerogenik. Ini sangat baik untuk mencegah dan mengatasi luka pada tukak lambung.
Baik Untuk Diet Menurunkan Berat Badan
Penelitian juga menemukan manfaat santan kelapa dalam membantu menurunkan berat badan. Kandungan trigliserida rantai menengah (MCT) dalam santan berguna menurunkan nafsu makan dan membuat kenyang lebih lama.
Mengatasi Peradangan
Kandungan asam laurat yang bersifat antiinflamasi dalam santan berguna mencegah dan mengatasi peradangan. Konsumsi santan dalam masakan berguna membantu meredakan nyeri otot dan radang sendi.
Efek Samping Santan Kelapa
Meskipun manfaat santan kelapa dapat membantu menurunkan berat badan, namun santan juga mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi. Konsumsi santan berlebihan sebaiknya dihindari agar tidak malah menambah berat badan.
Begitu juga efek samping santan kelapa bisa menimbulkan alergi utamanya bagi orang yang alergi kelapa. Karena itu bahan makanan ini sebaiknya dihindari orang yang alergi.
Untuk konsumsi terbaik adalah menjadi santan sebagai kuah dalam bubur sarapan pagi. Termasuk untuk tambahan smoothies, masakan sup, dan masakan lainnya.
Demikianlah berbagai manfaat santan kelapa bagi kesehatan tubuh yang sebaiknya dikonsumsi dalamjumlah yang wajar. Mengonsumsi berlebihan tentu saja tidak baik untuk tubuh. (R9/HR-Online)