Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kawanan monyet menggasak tanaman palawija milik petani di Dusun Sukamanah dan Dusun Cikawung Gunung, Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Selasa (10/12/2019).
Aksi kawanan monyet menggasak tanaman palawija siap panen tersebut membuat warga merasa resah.
Enjen, tokoh masyarakat Desa Sindangsari, mengatakan, akhir-akhir ini para petani tanaman palawija di Dusun Sukamanah dan Dusun Cikawung Gunung resah. Pasalnya, tanaman palawija siap panen digasak habis monyet yang turun dari Kawasan Gunung Sawal.
Setiap hari, kata Enjen, monyet datang secara bergerombol. Serangan monyet tersebut mengakibatkan para petani berujung gigit jari. Menurutnya, dampak dari serangan hama monyet begitu besar, terutama bagi petani tanaman palawija.
Komar, salah seorang petani, mengaku, dampak dari serangan hama monyet, ia mengalami kerugian cukup besar. Meski para petani telah berusaha untuk mengantisipasinya dengan cara memburu, kawanan monyet hanya sesaat saja menghilang dari area tanaman palawija.
“Upaya yang dilakukan para petani belum membuahkan hasil akibatnya, tanaman seperti jagung, pisang, mentimun serta berbagai jenis tanaman palawija lainnya tak bisa dipanen lagi. Hampir semua tanaman palawija gagal dipanen akibat digasak kawanan monyet,” katanya.
Kaur Ekbang Desa Sindangsari, Dadan Firdaus, di ruang kerjanya, mengatakan, para petani tanaman palawija terkesan frustasi. Sebab tanaman palawija yang sudah siap dipanen selalu digasak kawanan monyet.
Jumlah monyet yang datang selalu bergerombol, sehingga sangat sulit diusir. Pihak Pemerintah Desa sudah mengundang orang ahli dari Baduy untuk melakukan pemburuan dan penangkapan terhadap monyet di kawasan Sukamanah dan Cikawunggunung.
Akan tetapi, kata Dadan, ketika ada orang yang dianggap mampu menangkapnya, tidak satu ekor pun monyet datang ke lahan milik petani. Seolah-olah monyet mengetahui keberadaan mereka.
Dadan menambahkan, kawanan monyet hanya menghilang ketika ada tim pemburu (orang Baduy) saja. Setelah orang baduy tidak ada di tempat, pagi dan petang hari kawanan monyet kembali menggasak tanaman palawija. (Dji/Koran HR)