Fakta tawon ndas ini menarik, racunnya berbahaya! Tawon yang berbahaya ini disebut juga tawon jenis vespa affinis.
Pada beberapa kasus, tawon ini tercatat dan terbukti menyerang di beberapa daerah di Jawa Tengah, antara lain Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Demak, Semarang, Pemalang, dan Kudus.
Bahkan kabarnya, tawon ndas tersebut sempat merambah ke daerah lain mulai dari Bekasi, Sukabumi, dan juga Medan.
Fakta Tawon Ndas, Serangga Berukuran Besar
Social Wasps atau Hidup Berkelompok
Fakta pertama tawon ndas adalah sebagai salah satu jenis dari social wasps. Tawon ndas memiliki cara hidup bermasyarakat atau hidup secara berkelompok serupa dengan lebah. Hal inilah yang menjadikan tawon ndas memiliki fase pemeliharaan anak atau maternal care.
Aktif Siang Hari
Fakta kedua tawon ndas adalah salah satu yang aktif di siang hari. Tawon ndas ini termasuk hewan berdarah dingin, sehingga lebih banyak membutuhkan suhu udara yang panas atau aktif pada siang hari untuk meningkatkan metabolisme dalam tubuhnya.
Baca juga: Fakta Tawon Cuckoo yang Masih Utuh Selama 99 Tahun
Jadi, jika suhu sedang turun, hewan ini akan cenderung tidak aktif. Oleh karena itu, maka bagi Anda yang ingin melakukan pemindahan tawon lebih aman dilakukan sore atau malam hari.
Ukuran Tubuh Besar
Fakta tawon ndas selanjutnya yaitu memiliki tubuh yang besar. Hewan ini diperkirakan memiliki ukuran tubuh yaitu bisa mencapai 3 cm.
Memiliki Kandungan Racun Berbahaya
Fakta tawon ndas lainnya yang perlu Anda waspadai yaitu merupakan jenis tawon yang mampu memasukkan dua jenis racun ke dalam tubuh manusia. Racun tersebut bisa berupa racun dosis kecil dan racun dosis besar.
Jika seseorang terkena sengatan tawon dengan dosis tinggi dari satu atau dua tawon, maka bisa menyebabkan hiperalergi.
Ukuran Sarang Capai 2 Meter
Fakta tawon ndas yang lain adalah ukuran sarang yang bisa mencapai 2 meter. Tawon ndas merupakan hewan berkoloni. Jadi, tawon ini pun memiliki sarang sebagai tempat tinggal bersama kawanannya.
Nah, ukuran sarang tawon ini seperti hasil laporan yang beredar dari Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Sragen, yaitu dapat mencapai 2 meter.
Habitatnya Dimana-Mana
Fakta Tawon Ndas yang perlu Anda ketahui lainnya yaitu merupakan salah satu jenis pemangsa larva yang dapat ditemukan di berbagai tempat.
Umumnya hewan ini dapat dapat dijumpai di semua jenis habitat, diantaranya hutan, rumput, bahkan ada di kawasan bakau, lahan pertanian dan lainya.
Hal inilah yang menjadikan tawon ndas tersebut juga berfungsi sebagai pembasmi hama di lahan pertanian. Jadi, meskipun hewan ini membahayakan manusia, berdasarkan penuturan LIPI, yaitu Hari Nugroho, sebaiknya tidak dibasmi.
Pasalnya, hewan ini memiliki fungsi ekologis sehingga apabila dibasmi justru akan memperburuk kondisi lingkungan.
Mengeluarkan Feromon saat Sengatan Pertama
Sifat lainya yang dimiliki oleh tawon ndas ini yaitu agresif jika posisinya sedang terganggu. Hewan berbahaya inipun juga memiliki feromon yang berfungsi sebagai peringatan bahaya bagi tawon-tawon lainnya.
Nah, feromon yang dikeluarkan oleh tawon ndas tersebut pada sengatan pertama akan memicu datangnya tawon-tawon lain untuk ikut menyerang.
Sengatan secara bersama-sama tersebutlah yang terbilang mematikan manusia dan dapat menimbulkan anafilaksis atau reaksi alergi berat. (Deni/R4/HR-Online)