Detox smartphone penting dilakukan agar hidup kamu lebih sehat dan bahagia. Perlu diketahui bahwa terlalu sering menggunakan ponsel menimbulkan efek buruk, sehingga detox smartphone penting dilakukan.
Saat ini ponsel pintar bukanlah barang mewah yang hanya bisa dimiliki oleh orang berduit. Semua orang sudah bisa dengan mudah mendapatkannya.
Melalui smartphone, berbagai informasi mudah didapat, baik dari media sosial maupun layanan pesan instan.
Untuk menghidari efek buruk akibat keseringan menggunakan ponsel, maka detox smartphone pun penting dilakukan.
Seperti dirangkum HR Online dari berbagai sumber, Minggu (08/12/2019), berikut ini beberapa alasan kenapa kamu harus melakukan diet gadget.
5 Alasan Penting Detox Smartphone
Ganggu Tidur
Pantulan cahaya biru dari layar ponsel menghambat produksi hormon dan melatonin yang menyebabkan rasa kantuk.
Saat siang hari, cahaya biru dari matahari diserap oleh matamu, dan ketika cahaya biru dari ponsel diserap mata pada malam hari akan mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kamu tidak tidur atau istirahat di malam hari.
Sebuah studi yang dilakukan universitas di Seoul, Korea, membandingkan kesehatan kalangan remaja yang sudah kecanduan smartphone dengan teman sebayanya yang sebaliknya tidak kecanduan ponsel.
Dalam studi tersebut menemukan para remaja yang sudah kecanduan smartphone mengalami tingkat kecemasan, insomnia, depresi, serta implusif yang sangat tinggi.
Sakit Leher
Sakit di bagian leher merupakan salah satu dampak buruk dari keseringan menggunakan ponsel. Dokter juga mengungkap, angka orang yang mengeluhkan sakit leher meningkat.
Diduga yang menjadi penyebab masalah tersebut akibat terlalu lama menunduk ketika menggunakan smartphone.
Text Claw
Text claw adalah istilah yang diciptakan untuk menggambarkan rasa sakit dan kram akibat terlalu sering menggunakan ponsel.
Menggenggam smartphone secara terus-menerus bisa menyebabkan masalah tendon dan peradangan, terutama pada ibu jari yang biasa digunakan mengetik di layar ponsel.
Penilaian Negatif dalam Pertemanan
Berbagai penilitian menemukan dampak negatif pada hubungan pertemanan seseorang akibat seringnya mengecek smartphone.
Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Essex tahun 2012 menemukan bahwa, semakin sering seseorang menggunakan smartphone bisa meunculkan kesan negatif.
Dalam sebuah eksperimen, semua responden dipasangkan dengan seseorang untuk melakukan diskusi selama 10 menit.
Setengahnya responden menggunakan smartphone tapi tidak dipakai, dan setengahnya lagi tidak membawa ponsel sama sekali.
Hasil studi tersebut menunjukkan orang dengan smartphone lebih negatif dan dipandang kurang terikat dibandingkan orang-orang yang tidak memiliki ponsel.
Ciri-ciri Kamu Butuh Detox Gadget
Bangun Tidur Langsung Mengecek Ponsel
Jika pertama kali buka mata di pagi hari kamu terbiasa langsung mengecek smartphone untuk melihat semua notifikasi yang masuk atau setiap akun sosmed, itu berarti kamu membutuhkan detox smartphone.
Cek Smartphone Setiap Waktu
Kamu selalu mengecek ponsel setiap waktu hanya untuk melihat notifikasi medsos atau linimasa kamu.
Tak peduli waktu dan tempat, saat makan, kerja, hangout bareng teman, nonton film kamu selalu mengecek ponsel hingga berkali-kali.
Bahkan, kamu terkadang merasa ponselmu bergetar sehingga buru-buru membukanya. Meskipun pada kenyataannya tidak ada aktivitas baru apapun.
Hobi Stalking di Medsos
Bagi orang yang aktif di medsos, stalking akun sosmed orang lain mungkin menjadi salah satu hobinya.
Orang tersebut biasanya suka stalking akun orang lain meski tidak dikenalnya, atau bahkan belum pernah ngobrol sama sekali di dunia maya.
Namun efeknya ternyata bisa memunculkan persaingan yang akhirnya membuat kamu justru malah merasakan kesepian.
Selain itu, kamu jadi lebih tahu banyak tentang kehidupan orang-orang melalui akun sosmed-nya, ketimbang orang terdekatmu.
Orang Terdekat Merasa Diabaikan
Karena kamu selalu sibuk dengan ponselmu sehingga teman, sahabat, atau bahkan keluarga kamu sering komplain karena merasa diabaikan.
Apalagi saat sedang kumpul, kamu sering memilih bermain smartphone daripada ngobrol dengan mereka.
Dampak dari prilakumu seperti itu selain tidak dibenarkan secara etika, juga pada akhirnya akan merugikan hubungan pribadimu dengan mereka, karena kamu menganggap keberadaan mereka tidak penting.
Sharing Kehidupanmu di Medsos
Dengan adanya smartphone, kamu sering membagikan aktivitasmu di medsos. Dari mulai bangun tidur, pilihan baju, sarapan pagi, dan hampir semua aktivitasmu diposting di medsos.
Bukan hanya itu, kamu juga selalu sibuk memikirkan caption atau membuat pose terbaik untuk menarik perhatian dan berharap mendapat like, komentar, atau share dari followers kamu.
Membandingkan Kehidupanmu dengan Orang Lain
Kamu merasa iri atau cemburu oleh kehidupan seseorang yang tampak sempurna ketika kamu membuka akun medsos, atau merasa hidup kamu tidak seberuntung mereka.
Padahal, kamu tidak tahu realita kehidupan mereka yang sebenarnya seperti apa, mungkin lebih buruk dari kehidupanmu.
Kamu Mengidap Nomophobia
Nomophobia adalah syndrom ketakutan jika tidak memiliki ponsel. Karena kamu merasa bahwa smartphone merupakan benda yang wajib ada di dekatmu selama 24 jam.
Kamu akan merasa khawatir, gelisah, dan bingung saat ponsel kesayanganmu tidak ada. Seolah-olah dalam kamus hidupmu perangkat tersebut harus ada dan tidak boleh ketinggalan, sekalipun ke toilet atau WC selalu kamu bawa.
Jika kamu merasakan hal-hal tersebut di atas, itu berarti kamu sudah waktunya untuk melakukan detox smartphone demi kondisi psikologismu yang lebih sehat. (Eva/R3/HR-Online)