Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Karena belum memiliki ikon, kunjungan turis mancanegara ke Ciamis masih sangat rendah. Hal tersebut diakui Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa.
Dia menyatakan, hingga saat ini, Kabupaten Ciamis belum memiliki ikon dalam bidang kepariwisataan. Hal tersebut berdampak pada minimnya tingkat kunjungan wisatawan ke Ciamis, baik turis lokal maupun asing.
“Sebuah daerah akan mudah diingat dan banyak dikunjungi apabila memiliki ikon. Bentuknya bisa saja tugu, kebudayaan, tempat wisata, kuliner atau yang lainnya,” ujar Agun saat berdiskusi dengan jajaran pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ciamis, Selasa (24/12/2019), di kantor PWI Ciamis, Jalan Iwa Kusumasomantri.
Agun menilai, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Ciamis belum mengeluarkan kebijakan yang inovatif, yang dapat mendukung dan mendorong potensi ekonomi itu.
“Saya berharap, pemerintah Ciamis bisa membuat ikon yang bisa membuat wisatawan mancanegara berdatangan ke Ciamis. Jika perlu, Pemkab bisa mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya di sini,” jelasnya.
Kendati memiliki beberapa tempat wisata potensial di Ciamis, seperti situs Karangkamulyan, Situ Lengkong Panjalu, Situwangi dan wisata lainnya, namun belum mampu menyedot banyak wisatawan mancanegara ke Ciamis.
Harusnya kata Agun, di lokasi wisata tersebut, dilengkapi dengan berbagai ikon khusus yang mampu menarik minat wisatawan agar berkunjung ke Ciamis.
“Ciamis memiliki produk legendaris mulai dari budaya sampai makanan, hanya kurang saja dalam hal pengemasan dan promosi. Jika produk-produk lokal Ciamis sudah menjadi ikon, tentu akan terkenal sampai ke mancanegara. Banyak turis asing yang akan berwisata di Ciamis, tentu akan berdampak meningkatkanya pendapatan Ciamis,” ungkap Agun.
Lebih lanjut Agun mengatakan, sejak dulu Ciamis terkenal dengan berbagai kultur budaya Galuh nya. Namun sayang, belum ada kemasan yang bagus untuk mempopulerkan itu.
Selain itu, Ciamis juga mempunyai makanan khas seperti, abon, galendo dan dendeng sapi dan masih banyak lagi. Sayangnya kata Agun, belum ada kebijakan yang inovatif dari Pemkab Ciamis untuk semakin memajukan usaha masyarakat tersebut.
“Saya ngomong gini karena nyaah ke Ciamis sebagai tanah kelahiran saya. Sebagai pengingat saja, mudah-mudahan, kedepan ada perubahan, pemerintah bisa berinovasi, bagaimana caranya dolar Amerika kita sedot, dengan ikon-ikon Ciamisnya,” pungkasnya. (Jujang/R8/HR Online)