Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TerbaruBadai Geomagnetik di Bumi Akibat Letusan Matahari

Badai Geomagnetik di Bumi Akibat Letusan Matahari

Fenomena badai geomagnetik di Bumi terjadi akibat angin matahari. Dampak lain yang ditimbulkan adalah gangguan pada satelit.

Hal tersebut merupakan temuan terbaru yang dirilis Parker Solar Probe milik NASA awal Desember ini. Angin matahari yang berupa aliran partikel bermuatan dari matahari akan berpengaruh pada astronot.

Badai Geomagnetik di Bumi Dipicu oleh Letusan Matahari

Badai geomagnetik merupakan gangguan di magnetosfer Bumi. Penyebabnya adalah interaksi antara angin matahari dengan aliran partikel berenergi yang mengalir keluar dari matahari melewati tata surya. Kemudian berinteraksi juga dengan medan magnet bumi.

Badai ini dihasilkan oleh semburan angin matahari yang keluar secara intens dan berkepanjangan. Sementara untuk badai yang besar berasal dari semburan massal koronal.

Semburan tersebut merupakan pelepasan plasma surya. Berasal dari zona surya beserta medan magnet yang sangat kuat.

Baca Juga: Lapisan Terluar Matahari Justru Miliki Suhu Paling Tinggi, Ini Faktanya!

Semburan massal koronal memerlukan waktu berhari-hari untuk mencapai bumi. Badai paling dasar akan datang hanya dalam waktu 18 jam.

Badai geomagnetik di Bumi minggu ini dihasilkan oleh 3 semburan massal koronal. Semburan tersebut berasal dari bintik matahari.

Bintik matahari merupakan kawasan dari matahari yang suhu permukaannya turun. Hal ini diakibatkan dari konsentrasi magnetik yang tinggi.

Semburan partikel dari matahari akan bergerak melewati luar angkasa. Semua yang dilewatinya akan dihantam.

Saat semburan massal koronal menghantam Bumi, matahari berinteraksi dengan bermacam-macam atom dan molekul di atmosfer kita.

Guncangan ini akan menciptakan Cahaya Utara dan Cahaya Selatan yang terjadi di daerah Antartika.

Dampak Badai Geomagnetik di Bumi

Badai geomagnetik yang kuat akan berdampak buruk di Bumi. Badai ini akan mengganggu jaringan listrik, komunikasi, serta sistem navigasi berbasis satelit.

Beberapa ilmuwan memprediksi bahwa badai geomagnetik di Bumi akan mengganggu jam biologis manusia. Selain itu juga dapat menyebabkan variasi tekanan darah dan detak jantung.

Serguei Bogachov, seorang ahli astrofisika yang berasal dari Rusia mengatakan bahwa badai terbaru yang terjadi merupakan badai yang terkuat dalam 18 bulan terakhir. Akan tetapi masih dikategorikan sebagai level tiga dalam skala satu sampai lima.

Para ahli dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional juga mengamati bahwa bintik matahari di belakang semburan massal koronal kemungkinan akan hancur.

Tidak mungkin akan menghasilkan semburan yang lebih besar lagi. Sehingga tidak akan menjadi ancaman yang lebih buruk lagi bagi planet Bumi.

Jadi, apabila dibandingkan dengan badai matahari besar tahun 1859, ini tidak ada apa-apanya. Pada saat itu tercatat sebagai badai matahari paling ekstrem yang pernah terjadi.

Kejadian tersebut mengakibatkan sistem telegraf menyala. Kemudian Cahaya Utara terlihat hingga ke bagian selatan Bahama.

Prediksi Badai Geomagnetik

Sementara itu, sebuah laporan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Amerika memprediksi bahwa badai geomagnetik di Bumi yang parah dapat menyebabkan kerugian.

Kerugian tersebut mencapai US$ 1 triliun hingga US$ 2 triliun dalam tempo satu tahun pertama saja. Dunia juga memerlukan pemulihan selama empat hingga sebelas tahun.

Peningkatan aktivitas geomagnetik hanya terjadi di wilayah lintang tinggi. Wilayah tersebut yakni di belahan Utara dan Selatan Bumi.

Dampak yang paling besar adalah adanya gangguan jaringan listrik, komunikasi, sinyal televisi, satelit dan gangguan GPS. Bahkan jika badai geomagnetik di Bumi ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama bisa merusak trafo.

Baca Juga: Dampak Negatif Sinar Matahari, Bisa Sebabkan Penyakit Ini!

Namun, di sisi lain akan muncul Aurora indah yang terlihat di belahan bumi Utara dan Selatan. Berdasarkan BMKG, untuk Indonesia sendiri tidak ada pengaruh sama sekali dan aman.

Fenomena yang terjadi kali ini adalah badai geomagnetik atau  badai matahari. Badai matahari besar akan dapat merusak peralatan manusia yang berada di orbit, misalnya saja satelit.

Jika ledakan tinggi terlepas dan terjadi di Bumi, maka satelit yang melintas di sekitar kutub akan mengalami gangguan. Bahkan bisa padam untuk sementara waktu.

Saat badai matahari menghantam atmosfer, maka medan magnet Bumi di sekitar kutub tidak stabil. Lonjakan tegangan listrik tidak terkendali.

Adapun fenomena badai geomagnetik di Bumi merupakan kejadian yang biasa terjadi dalam siklus luar angkasa. Badai matahari merupakan wujud siklus dari matahari yang selalu aktif.

Saat siklus sedang klimaks, angin matahari akan kencang dan partikel bergerak lebih lincah. Bumi pun akan terpapar partikel bermuatan tinggi dan radiasi elektromagnetik tinggi. (R10/HR-Online)

Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

harapanrakyat.com,- Sikap jujur Ipda Hadiansyah, salah seorang perwira polisi dari Polres Garut, Jawa Barat, patut diapresiasi. Pasalnya, Hadiansyah mengembalikan uang pemudik yang hilang di...
Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

harapanrakyat.com,- Atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Sukanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk pada Kamis (3/4/2025) sekitar  pukul 17.45 WIB....
Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang

Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang, 22 Rumah Terdampak

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (3/4/2025) petang kemarin, memicu terjadinya banjir lumpur. Bencana alam tersebut melanda pemukiman warga...
Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran

Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Ini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Tim SAR akhirnya menemukan wisatawan asal Kabupaten Garut yang hilang terseret arus Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Setelah dilakukan pencarian dalam kurun...
Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah tuai hujatan pedas dari warganet. Ini merupakan buntut panjang pasca pengakuan Nadin yang menegaskan jika ia menyesal pernah ikut ajang pencarian bakat...
Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

harapanrakyat.com,- Kepadatan arus balik lebaran di jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali terlihat pada Jumat (4/4/2025) pagi ini. Arus balik kendaraan dari arah Tasikmalaya,...