Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, merasa kecewa dan memilih walk out saat mengadakan audiensi bersama pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (05/12/2019).
Mereka mengaku kecewa karena tidak bisa langsung menemui kepala BBWS Citanduy, dan hanya diterima oleh Kepala Satkerja, sehingga tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang mereka sampaikan.
“Hasil audiensi Satker yang menerima, sedangkan surat itu kami tujukan kepada kepala BBWS, jadi kita kurang puas dan kami anggap itu sebagai bentuk ketidak kooperatifan pihak BBWS,” kata Hanesa, perwakilan GMBI kepada awak media.
Baca berita terkait ; GMBI Priangan Timur Geruduk Kantor BBWS Citanduy Kota Banjar, Ada Apa?
Lanjut Hanesa, apa yang telah dilaksanakan
sekarang akan disampaikan langsung kepada Ketua Umum GMBI agar menurunkan keluarga
besar GMBI sebagai upaya tindak lanjut.
“Untuk aksi lanjutan setelah ini kami sampaikan dulu
berkoordinasi dengan Ketua Umum. Kemungkinan kita akan adakan aksi
besar-besaran di sini,” ujar Hanesa.
Hal senada dikatakan Tito Yulianto, Ketua GMBI Kabupaten Tasikmalaya. Dirinya menilai forum audiensi belum menyelesaikan masalah, karena pihaknya tidak bisa bertemu langsung dengan kepala BBWS Citanduy selaku pemangku kebijakan.
Bahkan menurutnya, ada ketidaksinkronan antara pihak BBWS dengan pelaksana, sehingga apa yang disampaikan dalam forum kurang sesuai dengan keadaan yang terjadi di lapangan.
“Pihak BBWS Harus menghadirkan pihak pelaksana di lapangan dan kepala BBWS Citanduy. Karena yang disampaikan dalam forum tidak nyambung dengan kondisi lapangan,” kata Tito, sambil keluar dari forum audiensi.
Meski sempat berjalan tegang, namun aksi audiensi tersebut berlangsung damai dan diterima dengan baik oleh pihak BBWS Citanduy, dan didampingi aparat kepolisian Polres Banjar Polda Jabar. (Muhlisin/R3/HR-Online)