Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Kampung madu di Dusun Sindangasih, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merupakan sebuah perkampungan yang mana 90 persen penduduknya menggeluti usaha madu lebah.
Usaha madu yang digeluti oleh warga Sindangasih ini patut diberi apresiasi serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Pasalnya, dari penghasilan budidaya lebah madu, masyarakat bisa menyulap lingkungannya hingga dikenal dengan sebutan kampung madu.
Ketua Kelompok Usaha Madu Bina Lestari, Bunyamin, mengatakan, kegiatan budidaya madu lebah yang digeluti oleh warga di Dusun Sindangasih sudah berjalan sejak tahun 2007 silam.
“Untuk jenis kegiatan budidaya ini sebenarnya sudah lama. Usaha ini kami gagas sejak tahun 2007, yang mana kami beserta anggota terus belajar dan menggeluti tata cara budidaya lebah madu, dan setelah tahun 2011 usaha kami ini baru terbentuk sebuah kelompok,” terangnya, kepada HR Online, Rabu (13/11/2019).
Lebih lanjut Bunyamin mengatakan, kelompoknya tersebut dibimbing oleh petugas dari Dinas Kehutanan Wilayah 7 Jawa Barat, terkait usaha budidaya madu lebah dan cara pengembangannya.
“Saat itu Pak Iman Chandra dari Dinas Kehutanan Wilayah 7 Jabar, dan Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 7, yaitu Pak Fajar, yang memberikan kami gagasan serta bimbingan mengenai budidaya madu lebah ini. Juga ada Pak Abdullah dan Pak Munawarudin selaku penyuluh dari Kehutanan,” tuturnya.
Pihaknya pun bersyukur, karena berbekal ilmu serta bimbingan dari mereka lah Kelompok Usaha Madu Bina Lestari di Sindangasih bisa mengembangkan usaha madu hingga sekarang. Bahkan, untuk saat ini usaha budidaya madu kelompoknya sudah berbadan hukum.
Sejak warga Sindangasih menggeluti usaha budidaya madu, maka kampung tersebut kini telah dijuluki sebagai kampung madu. Di daerah ini lah warga akan mudah untuk mendapatkan madu lebah asli yang dijamin kemurniannya.
Untuk saat ini, anggota kelompoknya sudah mencapai 61 orang dengan jumlah sarang madu sebanyak 700 peti. Dalam setiap kali panen, kelompok usaha madu tersebut sudah bisa menghasilkan madu sebanyak 40 sampai 50 kilogram.
“Untuk panennya rata-rata usia empat bulan sekali. Namun, karena jumlah sarang sekarang terus bertambahm, alhamdulillah dalam setiap minggunya selalu saja sudah ada yang bisa untuk dipanen,” terang Bunyamin.
Sedangkan, menganai jenis lebah yang dibudidayakan, pihaknya kini tengah mengembangkan banyak jenis lebah. Dari mulai lebah bersengat hingga lebah tanpa sengat, seperti lebah Trigona, Itama (teuweul), Leviset, lebah Matahari, dan masih banyak lagi jenis lainnya.
Dari masing-masing jenis lebah tersebut menghasilkan bermacam jenis madu, yang mana madu hasil budidaya Kelompok Bina Lestari ini sudah terkenal banyak manfaatnya. Bahkan, saat ini pihaknya sudah memiliki jenis madu yang dapat menambah stamina pria dewasa.
“Pokonya boleh dicoba, khasiatnya pasti cleng buat pria dewasa mah. Nah, untuk harga madu produksi budidaya kami ini memang lumayan mahal. Dalam satu kemasan botol ukuran 250 ml, kami bandrol seharga 200.000 rupiah,” jelasnya.
Sedangkan, untuk menunjang hasil produksi yang lebih meningkat, Bunyamin mengaku bahwa kelompoknya kini masih kekurangan permodalan. Pihaknya pun berharap pemerintah bisa memberikan bantuan permodalan untuk kegiatan usaha budidaya madu lebahnya.
“Saat ini yang menjadi kendala kami adalah belum adanya rumah produksi, dan juga mesin kemasan agar hasil produksi madu di sini semakin higienis,” ungkap Bunyamin. (Suherman/R3/HR-Online)