Berita Sains, (harapanrakyat.com).- Dua warga Negara China baru-baru ini dilaporkan diserang penyakit mematikan yang bernama Wabah Black Death. Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang bernama Yersinia Pestis.
Wabah ini sangat mudah menular ke orang lain melalui kutu dan hewan pengerat. Bahkan pada pertengahan 1300-an, Eropa hancur oleh wabah mematikan ini. Tercatat, ada lebih dari 50 juta orang tewas akibat wabah ini.
Penularan Wabah
Wabah Black Death biasanya ditularkan melalui sentuhan langsung dengan hewan yang terkena infeksi. Hewan-hewan tersebut biasanya tergolong hewan pengerat seperti tikus dan lain sebagainya. Gigitan tikus yang terkena infeksi bisa menularkan wabah ini pada kita.
Kita harus berhati-hati ketika berhubungan dengan hewan pengerat ini. Jika kita tergigit, sebaiknya laporkan ke dokter untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, gigitan kutu yang sebelumnya berhubungan dengan hewan terinfeksi juga bisa menularkan wabah ini.
Penyebab Penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Yersinia Pestis yang menyerang organ pernapasan manusia. Bila korban tidak segera ditangani secara intensif, maka bisa menderita kematian dalam hitungan 72 jam.
Karena itulah, wabah ini dikatakan sebagai salah satu wabah yang paling mematikan dalam sejarah peradaban manusia. Untuk itu, kita harus berhati-hati pada wabah ini.
Catatan Terkait Penyerangan Wabah Black Death
Dua warga China yang terkena wabah tersebut berasal dari provinsi Mongolia. Saat ini, wilayah tersebut sudah ditangani secara intensif. Pemerindah daerah sudah melakukan upaya pencegahan dan pengawasan secara maksimal.
Bahkan kasus ini kabarnya sudah dilaporkan ke WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia juga telah mengonfirmasi bahwa Wabah Black Death merupakan wabah yang mematikan.
Menurut mereka, wabah ini berpusat pada paru-paru yang merupakan organ vital bagi manusia. Selain itu, wabah ini bisa sangat mudah menular. Dan juga bisa menyebar secara cepat lewat tetesan air liur manusia yang kemudian diteruskan oleh udara.
Gejala Terkena Black Death
Penderita wabah ini biasanya akan menderita demam tinggi disertai menggigil. Pernapasan menjadi sesak hingga muncul warna kehitaman di bagian kulit. Sehingga, wabah ini disebut Black Death atau Maut Hitam.
Gejala-gejala tersebut juga dialami oleh dua warga China yang terkena wabah ini. Pasien pria mengalami demam dan sesak napas selama 10 hari. Begitu juga dengan pasien wanita yang merupakan istrinya, ia juga mengalami demam dan gangguan pernapasan.
Untuk menjaga diri dan lingkungan, kita harus melakukan upaya pencegahan agar Wabah Black Death tidak muncul di lingkungan kita. Kita harus menjaga kebersihan rumah, dan mengusir hewan pengerat yang bersarang di rumah kita.
Ketika kita sedang bersentuhan dengan hewan pengerat, gunakan sarung tangan untuk menghindari kontak kulit dengan hewan yang kemungkinan terinfeksi. Selain itu, kita harus menggunakan pembasmi serangga untuk memberantas kutu yang kemungkinan membawa bakteri Yersinia Pestis. (Deni/R4/HR-Online)