Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),– TNI/Polri siap menindak tegas para penjudi di Pilkades Pangandaran 2019. Hal tersebut diungkap saat rapat koordinasi lintas sektoral ops Praja Pangandaran dalam rangka pengamanan Pilkades serentak Kabupaten Pangandaran tahun 2019.
Rakor tersebut diikuti 300 orang, termasuk Kapolres Ciamis, Sekda Pangandaran, anggota DPRD Pangandaran, sejumlah Camat, BPD dan perwakilan PPS Desa. Rakor dilaksanakan di Gedung Islamic Center Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jum’at (8/11/2019).
Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Kusdiana mengatakan, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Pangandaran tahun 2019 diikuti oleh 68 Desa.
Kusdiana berharap Pilkades di Kabupaten Pangandaran ini berjalan dengan lancar dengan sukses, yakni sukses dalam partisipasi masyarakat maupun sukses secara regulasi.
“Pilkades serentak di Kabupaten Pangandaran tahun 2019 ini harus berjalan lancar dan sukses, baik sukses partisipasi maupun sukses sesuai regulasi, sehingga dapat melahirkan kepala desa yang berkualitas dapat membantu mewujudkan Visi Misi Kabupaten Pangandaran ke depannya,” ujar Kusdiana.
Sementara Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, Pilkades serentak di Kabupaten Pangandaran tahun 2019 ini merupakan momen demokrasi yang menjadi tolok ukur dalam memajukan desa.
“Dalam pelaksanaan Pilkades tentunya pasti ada kerawanan-kerawanan yang akan dihadapi, demi terciptanya pelaksanaan Pilkades yang sejuk, aman dan damai maka harus diawali dari niat diri sendiri dengan cara melaksanakan proses setiap tahapan Pilkades dengan sportif, bersih dan dengan penuh rasa tanggung jawab,” katanya.
Bismo juga menegaskan Polres Ciamis akan menumpas segala tindakan perjudian dalam pelaksanaan Pilkades Pangandaran 2019.
“Polres Ciamis dengan tegas melarang tindakan perjudian dalam pelaksanaan Pilkades serentak nanti, apabila terjadi dan terbukti adanya tindakan perjudian kami akan tindak tegas,” kata Bismo.
Lebih lanjut AKBP Bismo Teguh Prakoso menambahkan, potensi kerawanan dalam rangkaian tahapan Pilkades serentak di Pangandaran, diantaranya pada saat seleksi tambahan terutama saat pelaksanaan Tes psikotes untuk Desa yang calonnya lebih dari 5 orang.
Potensi kerawanan juga terjadi saat pengumuman, penetapan dan pengundian Nomor Urut Calon Kades. Lalu saat turunnya logistik, yakni saat mencetak, menyortir termasuk juga saat pelaksanaan pendistribusian.
Selanjutnya kerawanan juga bisa terjadi saat masa kampanye dan saat masa tenang yang kemungkinan bisa terjadi tindakan money politic. Terakhir kerawanan bisa terjadi saat merekap dan melakukan penghitungan suara.
“Kami bersama TNI, POLRI dan dinas/instansi terkait siap melaksanakan pengamanan demi terciptanya proses Pilkades serentak di Kabupaten Pangandaran tahun 2019 agar berjalan lancar, aman dan kondusif,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)