Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Untuk mencari referensi litelatur bahan belajar, siswa SMAN 1 Ciamis Jawa Barat kini tidak harus membeli buku. Cukup dengan menggunakan smartphone, setiap siswa bisa memperoleh berbagai litelatur bahan mata pelajaran dan keilmuan lainnya.
Caranya, cukup mendownlood aplikasi fastest barcode & QR di google play store. Kemudian aplikasi pindai tersebut menscan barcode berbagai buku digital yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Siswa akan menerima buku digital tersebut dalam bentuk file pdf.
Untuk memudahkan siswa mendapatkan buku digital, pihak sekolah menempelkan berbagai barcode judul buku digital pada sebuah kertas yang dipasang di mading (majalah dinding) sekolah. Layanan ini pun tidak berbayar. Dengan begitu siswa bisa mendapat literatur buku apa saja secara gratis.
Kepala SMAN 1 Ciamis, Wawan Hermawan, mengatakan, sistem buku digital sudah lama diterapkan di sekolah-sekolah di kota besar. Untuk di Ciamis, tambah dia, baru sekolahnya yang menggunakan sistem pembelajaran tersebut.
“Alasan kami menggunakan sistem ini sebenarnya sederhana saja. Pertama untuk lebih mengakrabkan siswa dengan dunia digital yang dimana di era sekarang ini sudah menjadi kebutuhan. Kemudian mengajarkan siswa agar menggunakan smartphone dengan kegiatan positif,” ujarnya, kepada HR Online, belum lama ini.
Selain itu, kata Wawan, dengan menggunakan buku digital, siswa akan mendapat berbagai literatur yang dibutuhkannya. Terlebih, bisa mendapatkannya secara gratis atau tidak perlu mengeluarkan biaya.
“Kalau misalkan siswa membutuhkan 20 literatur mata pelajaran serta literatur pendukungnya, kalau harus membeli buku, berapa biaya yang dikeluarkan. Tentunya tidak sedikit. Tapi dengan buku digital ini siswa bisa mendapatkan literatur apa saja yang dibutuhkannya tanpa harus mengeluarkan uang,” ujarnya.
Wawan mengatakan, apabila siswa SMAN 1 Ciamis tidak memiliki smartphone yang memadai atau sama sekali tidak memiliki, tidak perlu memaksakan membeli. Siswa tersebut tinggal meminta file pdf buku digital kepada temannya. Kemudian diprint di komputer sekolah.
“Kami pun tidak mewajibkan kepada siswa harus membeli smartphone. Bagi yang punya smartphone silahkan gunakan untuk belajar. Sementara bagi yang tidak punya tinggal gunakan sistem manual dengan cara file pdf-nya diprint di komputer,” katanya.
Menurut Wawan, siswa SMAN 1 Ciamis yang memiliki smartphone pun ada yang membaca buku digital dengan terlebih dahulu diprint di komputer. Kemudian dia membacanya pada kertas yang diprint.
“Mau membaca buku digital langsung dari smartphone atau laptop boleh. Mau diprint dulu pada kertas juga boleh. Kalau itu teknis. Bagaimana enaknya siswa saja. Yang penting, tujuan mengenalkan sistem digital agar siswa terdorong untuk mencari lebih banyak referensi keilmuan bisa tercapai,” ujarnya. (R2/HR-Online)