Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski sudah memasuki pergantian musim kemarau ke musim penghujan, namun musibah kebakaran masih sering terjadi di Kota Banjar.
Berdasarkan data yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar, ada sebanyak 41 musibah kebakaran terjadi sejak musim kemarau bulan Januari hingga Oktober 2019.
Kepala UPT Damkar BPBD Kota Banjar, Aam Amijaya, mengatakan, jumlah kebakaran sebanyak itu meliputi 32 kebakaran lahan dan 9 kebakaran rumah.
“Tadi sudah kami data untuk kebakaran sampai bulan Oktober, khusus di Kota Banjar total ada 32 musibah kebakaran, dan sisanya merupakan kebarakaran di luar Banjar namun pemadamannya dibantu oleh UPT Damkar Kota Banjar,” terang Aam kepada Koran HR, Selasa (19/11/2019).
Adapun yang menjadi faktor terjadinya kebakaran, lanjut Aam, untuk kebakaran lahan kebanyakan akibat adanya kelalaian dan sisa pembakaran sampah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Sedangkan, untuk penyebab kebakaran rumah, kebanyakan dari tungku api sisa memasak, dan dari korsleting listrik. Ada juga dari tungku api sisa pembakaran bata merah, tapi itu hanya sekali terjadi.
Terkait antisipasi korsleting arus listrik, terlebih menghadapi musim penghujan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar memeriksa dan memperpaiki kabel sambungan listrik, terutama dalam pemakaian kabel.
“Kalau bisa, menghadapi musim penghujan dicek lagi penggunaan kabel listrik. Disarankan menggunakan kabel yang berstandar nasional, karena itu bisa meminimalisir resiko terjadinya kebakaran akibat arus pendek,” kata Aam.
Sementara itu, Kasie. Darurat dan Logistik BPBD Kota Banjar, Kuslan Parman, saat dikonfirmasi kesiapan logistik dan prakiraan cuaca, menjelaskan, memasuki musim penghujan, prakiraan cuaca berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya dari BMKG, bahwa musim penghujan diperkirakan mulai tanggal 1 November 2019 hingga 31 Maret 2020.
Sedangkan, puncak curah hujan berada di bulan Januari sampai Februari 2020.
“Sebetulnya untuk daerah lain sudah masuk musim penghujan, tapi kalau di Kota Banjar ini intensitasnya masih rendah,” jelasnya.
Kendati demikian, untuk kesiapan logistik jika nanti terjadi bencana, pihak BPBD sudah mengantisipasi sejak awal. Termasuk mesin alat penebang pohon sudah dipersiapkankan, dan saat ini sudah diperbaiki.
“Untuk logistik menghadapi musim pengujan sudah kita siapkan, termasuk untuk bantuan terpal dan yang lainnya, meskipun itu masih terbatas seadanya. Tapi pada intinya sudah kami persiapkankan,” pungkas Kuslan. (Muhlisin/Koran HR)