Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang kakek yang diketahui bernama Komon (85), warga Dusun Cibeka RT 15/RW 05 Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ditemukan tewas dengan kondisi tubuhnya terbakar di sebuah area kebun yang sebelumnya mengalami kebakaran, Minggu (10/11/2019) siang tadi.
Namun, penyebab tewasnya si kakek diduga bukan diawali karena terbakar, tetapi akibat kehabisan nafas setelah menghirup kepulan asap yang mengepungnya. Setelah dia jatuh pingsan dan kemudian meninggal dunia, baru si kakek ikut terbakar. Hal itu setelah api melalap ke seluruh area kebun.
Dari informasi yang dhimpun HR Online, sebelum kejadian si kakek membakar sampah di area kebun atau berjarak 50 meter dari rumahnya. Ketika api sudah membakar sampah, tanpa diduga kobaran api yang membesar itu tertiup angin.
Kemudian percikan api yang tertiup angin itu malah melalap pepohonan kering yang ada di sekitar kebun. Kebakaran lahan pun tidak bisa dielakan. Api terus menjalar ke setiap pohon dan semakin membesar.
Si kakek yang kaget melihat kebakaran hebat tersebut diduga berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan rumahnya. Namun naas, saat berusaha memadamkan api, dia terkepung kepulan asap.
Saat terkepung kepulan asap itulah yang menjadi penyebab si kakek meninggal dunia. Saat ditemukan, jasad si kakek sudah terbakar sekitar 30 persen.
Kebakaran lahan itu akhirnya diketahui warga. Kebakaran pun akhirnya bisa dipadamkan setelah sejumlah warga berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, ketika kebakaran bisa diatasi, warga kemudian kaget ketika melihat sesosok manusia tergeletak dengan kondisi terbakar.
“Saat memadamkan kebakaran, warga tidak mengira Pak Komon menjadi korban dan terkepung kobaran api. Diduga korban sudah tidak sadarkan diri sebelum warga berdatangan. Sehingga korban tidak berteriak minta tolong,“ ujar Kepala Desa Karangkamulyan, Muhammad Abdul Haris, saat dihubungi tadi malam.
Haris mengatakan kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian guna mengetahui penyebab pasti korban meninggal dunia. “Jasad korban sudah dipulasara dan diserahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.
Haris pun meminta kepada warganya agar tidak melakukan pembakaran sampah. Apalagi saat ini musim kemarau seperti sekarang ini. Karena di saat kemarau pepohonan menjadi kering dan mudah terbakar.
“Sampah rumah tangga sebaiknya dikumpulkan di tong sampah. Nanti akan diangkut oleh petugas kebersihan,” pungkasnya. (Fahmi2/R2/HR-Online)