Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pada event Porsenitas Kunci Bersama (Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan) 2019, Kota Banjar harus puas berada di posisi kedelapan atau dua terbawah.
Sedangkan posisi pertama ditempati oleh tuan rumah Kabupaten Brebes, dengan mendapatkan 12 medali emas, 3 perak dan 8 perunggu.
Untuk posisi kedua diraih Kabupaten Ciamis, yang pada Porsenitas Kunci Bersama 2018 lalu berada di posisi pertama. Ciamis berhasil mengumpulkan 10 medali emas, 8 perak dan 7 perunggu.
Tempat ketiga diduduki Kabupaten Kuningan dengan raihan 8 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu.
Untuk Kota Banjar di ajang Porsenitas Kunci Bersama ke VII tahun 2019 ini, hanya mengumpulkan 2 perak dan 4 perunggu.
Raihan tersebut sangat jauh dengan apa yang diperoleh pada tahun 2018 lalu. Dalam event Porsenitas Kunci Bersama 2018 yang diikuti sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat ini, Kota Banjar sebagai tuan rumah menempati posisi ketiga, dengan memperoleh 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu.
Sementara posisi keempat ditempati Kabupaten Cirebon yang mendulang 6 emas, 7 perak dan 2 perunggu. Disusul Kabupaten Cilacap dengan raihan 4 emas, 8 perak dan 11 perunggu.
Posisi keenam dalam Porsenitas Kunci Bersama ke VII tahun 2019 ini oleh Kabupaten Majalengka, yang berhasil mengumpulkan 1 emas, 5 perak dan 14 perunggu. Ketujuh dari Kota Cirebon dengan 4 perak dan 3 perunggu.
Untuk juru kunci pada ajang Porsenitas 2019 ini ditempati oleh Kabupaten Pangandaran, yang hanya memperoleh 7 perunggu.
Ajang Porsenitas Kunci Bersama ke VII tahun 2019 ini gelar di Kabupaten Brebes, dari tanggal 26 November sampai 29 November 2019.
Porsenitas Kunci Bersama Dihujani Aksi Walk Out
Sementara itu, aksi protes mewarnai ajang Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan 2019. Protes kepada panitia terkait keabsahan pemain lakukan oleh kontingen dari kot atau kabupaten peserta.
Berita Terkait : Dihujani Aksi Walk Out, Ciamis Berakhir di Posisi Kedua Porsenitas 2019
Menurut Ayi Daud, Kabid Keolahragaan Dispora Ciamis, administrasi pemain tuan rumah tidak jelas. “Diantaranya terjadi di cabor sepakbola dan voli indoor,” terangnya.
Ayi menambahkan, bukan hanya protes pada dua cabang olahraga tersebut, kontingan Ciamis juga melakukan walk out dari pertandingan.
Padahal, cabang olahraga tersebut bisa mendulang emas untuk kontingan Kabupaten Ciamis. Tapi karena ketidakjelasan administrasi panitia, Ciamis pun memilih walk out dari pertandingan.
“Kontingen Ciamis saat itu mempertanyakan keabsahan sejumlah pemain yang tidak jelas administrasinya. Tenis meja di nomor perorangan putra, kami walk out karena adanya masalah administrasi pemain,” kata Ayi. (Adi/R5/HR-Online)