Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Polres dan Kodim 0613 Ciamis bersama Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU) menggelar gerakan penanaman pohon dengan jumlah sebanyak 8000 pohon di kaki Gunung Sawal atau tepatnya di Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (09/11/2019).
Gerakan ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus upaya dalam mereboisasi kawasan hutan gundul. Karena setelah 6 bulan dilanda kemarau panjang, tidak sedikit warga Ciamis, khususnya di sekitar gunung sawal yang kesulitan air bersih. Karena akibat hutan gundul membuat ketersediaan air tanah menjadi berkurang.
Penanaman pohon ini pun disebar di beberapa titik di kawasan kaki gunung sawal. Terutama ditanam di kawasan hutan yang benar-benar gundul.
Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, di sela-sela penanaman pohon, mengungkapkan, pihaknya bersama sejumlah pihak menggelar penanaman pohon tidak hanya sekedar memberi sumbangsih untuk mengatasi hutan gundul di kawasan kaki gunung sawal, namun yang paling utama adalah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan.
“Dalam gerakan ini kami memberi pesan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan. Kami pun berharap gerakan ini bisa diikuti oleh seluruh masyarakat Ciamis. Apabila di sekitar lingkungannya terdapat lahan gundul yang bisa berdampak terhadap kekeringan dan bencana, maka segeralah lakukan reboisasi,” terangnya.
Menurut Bismo, selama musim kemarau kali ini, banyak musibah yang mendera Kabupaten Ciamis, mulai dari kekeringan, kebakaran lahan dan pergerakan tanah. Dengan begitu, kata dia, perlu dilakukan upaya jangka panjang dalam mengatasi hal itu salah satunya dengan melakukan penanaman pohon atau reboisasi.
“Menjaga hutan agar tetap hijau itu penting. Karena dengan banyaknya pohon di kawasan hutan akan menyimpan banyak ketersediaan air dalam tanah dan juga menghasilkan oksigen untuk keberlangsungan hidup manusia. Makanya, kami akan ajak terus semua pihak untuk bersama-sama menjaga alam ini dari kerusakan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Dandim 0613 Ciamis Letkol Arm, Tri Arto Subagio, mengungkapkan, gerakan penaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan anak cucu. Karena dengan hutan tetap lestari, maka akan menyelamatkan kehidupan manusia saat ini dan masa yang akan datang.
“Bumi ini semakin tua dan mengakibatkan iklim tidak teratur. Seperti istilah kata orang tua dulu, kalau memasuki bulan yang akhiran katanya ‘ber’, seperti Oktober, maka akan turun hujan. Tapi sekarang sudah memasuki bulan November, di Ciamis saja tidak kunjung turun hujan. Makanya, kita sebagai manusia, perlu melakukan upaya salah satunya melalui penanaman pohon ini,” terangnya.
Tri menjelaskan, kawasan hutan di pegunungan merupakan daerah resepan air yang berfungsi menyimpan cadangan air. Meski musim kemarau, apabila cadangan airnya tersedia, maka manusia tidak akan kesulitan air bersih.
“Tapi jika gunungnya gundul, maka tidak akan menyimpan cadangan air. Ketika musim kemarau, semua orang jadi kesulitan air bersih. Makanya semua pihak harus berkontribusi dalam penyelamantan alam, salah satunya dengan penanaman pohon,” ujarnya.
Namun begitu, kata Tri, tidak cukup dengan menanam saja, tetapi harus pula menjaga pohon yang ditanam itu biar tumbuh sampai besar. “Setelah besar harus dijaga dan jangan ditebang. Karena pohon besar itulah yang bisa menyimpan cadangan air,” tegasnya. (Fahmi2/R2/HR-Online)