Penemuan unik di dunia mencakup berbagai bidang, baik ilmu pengetahuan maupun sejarah. Keberagaman penemuan ini memiliki potensi untuk mengungkap misteri yang melibatkan peristiwa masa lalu. Ini juga merupakan sejarah peradaban dunia yang cukup menarik.
Baca Juga: Temuan Teraneh di Dunia yang Menarik dan Misterius
Dalam upaya mengungkap misteri tersebut, para arkeolog menggunakan teknologi terbaru yang sangat canggih. Meski demikian, tampaknya beberapa penemuan masih menjadi teka-teki yang belum dapat dijelaskan oleh para ilmuwan hingga saat ini.
Penemuan Unik di Dunia yang Berupa Batu
Sejumlah pencapaian ilmuwan menarik yang masih menjadi teka-teki bagi ilmuwan melibatkan benda-benda berupa batu. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penemuan-penemuan tersebut, silahkan simak ulasan berikut.
Batu Disquis Bundar
Batu Disquis Bundar, sebuah penemuan berupa batu, tetap menjadi suatu misteri sejak keberadaannya pada tahun 1930-an di Delta Diquis, Kosta Rika. Struktur batu unik ini terdiri dari lebih dari 300 bola batu dengan lebar hanya beberapa sentimeter dan memiliki bobot mencapai lebih dari 16 ton.
Ilmuwan sepakat bahwa artefak ini, yang diyakini dibuat oleh tangan manusia antara tahun 700 M dan 1530 M, kemungkinan diukir dari batuan besar menjadi bentuk bulat sempurna. Atlas Obscura mengungkapkan konsensus ini.
Dalam hal penampilannya, artefak ini perkiraan pembuatannya melalui metode tradisional mematuk dan menggiling. Meskipun demikian, pertanyaan mengenai alasan atau cara pembuatan artefak ini tetap menjadi misteri yang menarik bagi para ilmuwan dan arkeolog.
Stonehenge
Selain Batu Disquis Bundar, kebingungan ilmuwan juga terfokus pada penemuan unik di dunia lainnya, yakni Stonehenge. Kemudian, saat ini menjadi situs bersejarah di Wiltshire, Inggris.
Stonehenge membentuk cincin batu, masing-masing beratnya mencapai 25 ton, dengan papan batu setinggi sekitar 13 kaki. Ilmuwan memperkirakan bahwa pembangunan situs bersejarah ini mulai sekitar tahun 3100 SM oleh orang-orang dari periode Neolitikum akhir.
Misteri yang tetap tidak terpecahkan hingga saat ini adalah bagaimana mereka berhasil memindahkan papan-papan batu tersebut. Tantangannya bukan hanya karena bobot dan ukurannya yang luar biasa. Tetapi juga jarak yang harus mereka tempuh, melebihi ratusan mil.
Keheranan semakin bertambah karena pembangunan Stonehenge terjadi sebelum penemuan roda. Sulit untuk membayangkan bagaimana batu ini bisa terwujud tanpa teknologi roda yang memudahkan perpindahan material berat.
Penemuan Unik Misterius Lainnya
Di samping penemuan benda-benda berupa batu unik, terdapat beberapa temuan lain di dunia yang masih menyimpan misteri hingga saat ini.
Baca Juga: Sejarah Hindu Budha, Warisannya Berupa Sistem Kasta
Berikut beberapa penemuan yang telah mencuri perhatian dunia.
Kompleks Kuil Saksaywaman
Kompleks kuil di Peru ini menarik perhatian karena pembuatannya tanpa menggunakan semen sama sekali.
Setiap blok dalam kompleks kuil kuno ini memiliki permukaan yang halus, dengan bagian ujung yang tampak melingkar. Hingga saat ini, masih menjadi pertanyaan besar bagaimana proses pembangunan kuil ini pada masa lalu.
Keunikan kompleks ini telah berhasil memikat banyak orang, baik dari kalangan lokal maupun turis internasional, yang tertarik untuk melihatnya secara langsung.
Gapura Matahari
Penemuan unik di dunia berupa bangunan lainnya terlihat pula di Tiwanaku, Bolivia. Menurut beberapa arkeolog, temuan misterius ini merupakan pusat kekaisaran besar sebelum era Masehi.
Meskipun demikian, para arkeolog belum dapat menjelaskan jenis kekaisaran apa yang ada dan bagaimana keberadaannya dapat terwujud. Mereka juga menghadapi kesulitan dalam mengungkapkan makna dan arti dari pahatan yang terdapat di Gapura Matahari.
Meskipun begitu, sejumlah arkeolog mengemukakan kemungkinan bahwa pahatan tersebut berkaitan dengan aspek astrologi atau astronomi.
The Hobbit Flores
Tahukah Anda jika Indonesia juga mempunyai temuan unik dan menjadi perhatian dunia? Pencapaian para ilmuwan yang hingga kini masih belum sepenuhnya terpecahkan, terkenal sebagai The Hobbit Flores.
Temuan ini awalnya berupa tulang belulang yang menurut dugaan berasal dari seorang lelaki Flores dengan usia sekitar 18.000 tahun. Namun, setelah melalui penelitian lebih lanjut, ternyata tulang belulang tersebut milik seorang wanita. Penemuan pertama kali ada di Pulau Flores, Indonesia, pada tahun 2003.
Baca Juga: Lukisan Purbakala di Hutan Amazon Tersembunyi, Berusia 11.800 Tahun
Saat peneliti mengamati bagian tengkoraknya, mereka menemukan bahwa ukurannya kurang dari sepertiga ukuran tengkorak manusia pada umumnya. Untuk mendapatkan kepastian, penelitian terus berlanjut hingga akhirnya diumumkan bahwa tulang belulang tersebut diperkirakan milik Homo Floresiensis.
Meskipun demikian, banyak pihak yang masih merasa heran terhadap penemuan unik di dunia. Banyak yang mempertanyakan bagaimana otak dengan ukuran tersebut dapat menciptakan alat-alat canggih yang juga ditemukan di sekitarnya. (R10/HR-Online)