Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TerbaruKomet Berekor Panjang Terdeteksi Astronom, Setara dengan 10 Kali Bolak-balik Indonesia-Amerika

Komet Berekor Panjang Terdeteksi Astronom, Setara dengan 10 Kali Bolak-balik Indonesia-Amerika

Komet berekor panjang berhasil dideteksi oleh astronom asal Ukraina yang bernama Gennady Borisov. Astronom yang juga berprofesi sebagai insinyur Sternberg Astronomical Institute di Crimea, Russia, ini menyaksikannya pada Jumat malam 30 Agustus 2019.

Tak seperti komet lainnya, komet yang melintas kali ini memiliki ukuran yang besar. Tak hanya itu, panjang ekornya juga sangat mengesankan.

Diketahui bahwa panjang ekor komet ini mencapai 160 ribu kilometer. Dimana panjang tersebut setara dengan 10 kali bolak-balik Indonesia-Amerika.

Panjang ekornya benar-benar menarik untuk diteliti lebih mendalam. Hal tersebut sebagaimana yang baru-baru ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan yang berasal dari Yale University.

Komet Berekor Panjang

Komet dengan ekor yang membentang begitu panjang ini dinamakan dengan 2I/Borisov. Kata Borisov diambil dari nama orang yang pertama kali melihatnya, yakni Gennady Borisov.

Sementara angka 2 didapat dari pengamatan kali ke berapa komet memasuki sistem tata surya. Dengan kode nama 2I/Borisov, maka bisa diartikan bahwa komet tersebut menjadi objek langit kedua yang berasal dari ruang antarbintang yang masuk ke tata surya.

Dimana untuk benda langit pertama disandang oleh 1I/Oumuamua, yang adalah asteroid menyerupai kapal selam sepanjang 500 meter. Asteroid ini pertama kali ditemukan pada Oktober 2017.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, para ilmuwan tertarik untuk meneliti komet berekor panjang 2I/Borisov karena dinilai tak biasa.

Dengan ekornya yang panjang, komet 2I/Borisov terlihat melintas ke arah perihelion. Dibalik ekornya yang panjang, astronom juga penasaran dengan bentuk ekornya.

Dijelaskan bahwa ekor komet 2I/Borisov ini berbentuk puing-puing es yang panjangnya 100 ribu mil. Penampakan komet ini pun berhasil diabadikan oleh sejumlah ilmuwan Yale University.

Adapun sekelompok ilmuwan tersebut bernama Cheng-han Hsieh, Shany Danielli, Pieter van Dokkum, dan Gregory Laughlin.

Dalam mengabadikan penampakannya, ilmuwan menggunakan Spectrometer gambar dengan menerapkan resolusi rendah.

Foto komet 2I/Borisov ini diambil di pusat pengamatan bintang WM Kick Observatory pada tanggal 24 November 2019.

Pengamatan Pertama Kali Komet Berekor Panjang 2I/Borisov

Keberadaan komet ekor panjang 2I/Borisov untuk pertama kalinya diamati oleh Gennady Borisov. Dalam melakukan pengamatan, Gennady Borisov menggunakan teleskop reflektor yang berukuran 65 cm.

Siapa sangka jika teleskop tersebut adalah hasil rancangan Gennady Borisov sendiri. Tak hanya digunakan untuk mengamati saja, teleskop tersebut juga dipakai sang penemu komet 2I/Borisov untuk merekam penampakannya.

Diluar dugaan sebelumnya, ternyata apa yang diamati olehnya bukanlah benda langit biasa. Hal ini dikarenakan komet 2I/Borisov berasal dari luar sistem tata surya.

Komet yang ekornya panjang ini datang dari ruang antarbintang. Mulanya, komet berekor panjang temuannya ini diberi nama obyek gb00234.

Dimana istilah gb dalam kode non formal tersebut merujuk pada nama sang penemu, Gennady Borisov. Kode ini digunakan sebelum ada konfirmasi jika benda langit tersebut adalah komet.

Setelah diketahui faktanya, komet tersebut dinamakan dengan C/2019 Q4 Borisov. Kode komet ekor panjang tersebut dibuat berdasarkan tata nama IAU (International Astronomical Union).

Selang beberapa hari setelah dipastikan berasal dari luar sistem tata surya, komet ini pun dinamakan dengan 2I/Borisov sebagaimana yang diketahui hingga sekarang.

Bukti Komet Berekor Panjang 2I/Borisov Bukan dari Tata Surya

Untuk membuktikan komet 2I/Borisov bukan berasal dari tata surya, ada nilai eksentrisitas yang bisa dicermati. Nilai eksentrisitas ini adalah ciri khas paling menonjol yang memudahkan dalam mengkategorikannya benda langit.

Eksentrisitas orbit yang memiliki nilai lebih dari 1 dapat dipastikan bukan penduduk asli tata surya, sebagaimana yang dimiliki komet ekor panjang 2I/Borisov.

Berbeda dengan benda langit yang datang dari tata surya, eksentrisitasnya bernilai 0, mendekati 0, atau setidaknya ada diantara 0-1.

Untuk diketahui, apabila nilai eksentrisitas semakin mendekati 0, maka orbitnya akan terlihat seperti lingkaran sempurna dengan matahari di bagian pusat lingkaran.

Sementara untuk eksentrisitas yang nilainya mendekati 1, maka bentuk orbit benda langit tersebut akan semakin lonjong.

Mengenai ukurannya, komet ekor panjang 2I/Borisov ini memiliki skala ekor 14 kali lebih lebar jika dibandingkan dengan diameter planet Bumi.

Astronom juga menjelaskan bahwa setelah melewati matahari, komet berekor panjang ini juga akan mendekat ke Bumi. Fenomena ini diperkirakan akan terjadi pada akhir Desember nanti. (R10/HR-Online)

Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...