Tak sedikit orang yang merasa penasaran dan ingin mengetahui bagaimana kehidupan astronot di Stasiun Luar Angkasa.
Tak mengherankan karena pekerjaan sebagai astronot dianggap sebagai salah satu profesi yang keren dan membanggakan.
Bukan hanya itu, rasa penasaran tersebut juga dikarenakan kehidupannya jauh berbeda dengan kehidupan normal di Bumi.
Bagi anda yang sudah tak sabar ingin mengetahuinya, simak saja ulasan mengenai kehidupan astronot saat berada di Stasiun Luar Angkasa di bawah ini.
Kehidupan Astronot di Stasiun Luar Angkasa
Belum lama ini, beberapa astronot membeberkan bagaimana kehidupannya yang kini tengah berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS.
Diketahui, astronot tersebut bernama Jessica Meir, Christina Koch, dan Drew Morgan. Beberapa waktu yang lalu, dua astronot wanita, Jessica Meir dan Christina Koch terlihat berjalan di spacewalker atau luar stasiun.
Tak hanya itu, Jessica Meir juga sempat mengunggah foto melalui akun Twitter pribadinya, @astro_jessica. Dari unggahan foto tersebut, tampak Jessica Meir tengah bermain bisbol dengan Christina Koch dan Drew Morgan.
Kehidupan astronot yang terpantau tersebut bertepatan dengan World Series. Dikarenakan dilakukan di luar angkasa, tampak jelas bahwa bisbolnya mengambang.
Bisbol yang mengambang di luar jendela ISS tersebut terlihat keren dengan penampakan planet Bumi sebagai latar belakangnya.
Selain foto, ada juga video yang memperlihatkan Meir yang tengah melempar bola ke Morgan. Bola tersebut pun berhasil dipukul Morgan.
Hanya saja, bolanya terbang kembali ke lawan sehingga ia harus keluar meski baru lemparan pertama. Apa yang dilakukan astronot di ISS ini terlihat seru dan unik.
Rahasia Kehidupan Astronot di Stasiun Luar Angkasa
Selain astronot yang bisa bermain bisbol di Stasiun Luar Angkasa, sebenarnya masih ada banyak fakta kehidupan astronot lainnya yang sebaiknya anda tahu. Berikut beberapa faktanya.
Makanan dan Minuman
Makanan untuk astronot dibuat oleh SPACEHAB /Johnson Engineering. Sajian makanannya dikemas dengan segel siap makan sehingga tak perlu dimasak lagi.
Mengenai gizinya, makanan yang disajikan telah mencukupi standar makanan khusus untuk pekerja yang ada di gravitasi rendah.
Dengan demikian, kesehatan astronot bisa terjaga secara baik meski berada di ISS. Sementara untuk minumannya, astronot bisa menikmati es krim.
Namun tahukah anda bahwa minuman untuk astronot didapat dengan melakukan purifikasi terhadap air urin yang didaur ulang.
Air urin diubah menjadi air layak minum dengan bantuan teknologi mutakhir. Langkah ini dinilai sebagai solusi terbaik untuk menunjang kehidupan astronot di Stasiun Luar Angkasa mengingat sulitnya air.
Soal rasanya, sejumlah astronot mengaku seperti ada rasa yodium yang tajam. Namun tak ada pilihan lain karena keterbatasan makanan dan minuman.
Obat
Obat yang dikonsumsi astronot juga menarik untuk dibahas. Perlu untuk anda ketahui, obat-obatan yang biasa dikonsumsi di Bumi ternyata efeknya berkurang saat di ruang angkasa. Adapun alasannya yaitu adanya radiasi.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, NASA menyiasatinya dengan rutin mengganti obat-obatan setiap 6 bulan sekali.
Tak hanya itu, astronot yang ditugaskan ke luar angkasa juga diharuskan untuk rajin berolahraga. Dengan demikian, kesehatan tubuhnya tak akan menurun.
Mengelola Sampah
Kehidupan astronot di Stasiun Luar Angkasa lainnya yaitu mengelola sampah. Hal ini perlu dilakukan agar ISS tak kotor karena banyaknya sampah yang dihasilkan setelah makan.
Tak hanya membersihkan sampah setelah makan, astronot juga mengganti penyaring udara ruangan dan menjaga agar dinding maupun lantainya tetap bersih.
Dalam membersihkannya, astronot memanfaatkan deterjen cair, serbet pembersih serbaguna, sarung tangan plastik, dan vacuum cleaner. Sementara semua sampah yang dikumpulkan akan dibawa kembali ke Bumi.
Penuaan Dini
Saat berada di ruang angkasa, astronot berpotensi untuk mengalami penuaan dini. Hal ini dikarenakan tidak adanya gravitasi di ruang angkasa.
Selain penuaan dini, astronot juga rentan mengalami pengurangan massa tulang dan otot. Namun tak perlu khawatir karena ada solusinya.
Semua dampak buruk tersebut bisa diminimalisir dengan mengharuskan astronot untuk berolahraga secara rutin, setidaknya minimal 2 jam per hari.
Menjaga kesehatan astronot saat bertugas di luar angkasa memang penting untuk dilakukan. Apalagi, kehidupan astronot di Stasiun Luar Angkasa tak semua orang bisa merasakannya. (R10/HR-Online)