Jembatan Cirahong Ciamis, jembatan yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, konon memakan tumbal sepasang pengantin baru, saat pembangunannya.
Kisah atau cerita mistis mengenai tumbal sepasang pengantin pada proses pembangunan Jembatan Cirahong Ciamis ini sudah banyak diulas di internet. Kisah atau cerita ini ada yang mempercayainya, ada juga yang tidak.
Namun, menurut investigasi yang dilakukan tim Kisah Tanah Jawa, saat awal pembangunan Jembatan Cirahong, penunggu Sungai Citanduy meminta tumbal sepasang pengantin baru.
Kisahnya berawal saat Pemerintah Hindia Belanda berencana membangun sebuah jembatan kereta api yang kini dikenal Jembatan Cirahong. Jembatan itu rencananya akan digunakan sebagai sarana transportasi penghubung jalur timur dan selatan.
Sukasna
Perwakilan pemerintah Hindia Belanda, ketika itu mendatangi Sukasna. Sukasna adalah salah seorang sesepuh desa. Sukasna memberitahu pihak perwakilan pemerintah Hindia Belanda bahwa ada kendala mistis yang akan menghambat pembangunan jembatan.
Awalnya, apa yang disampaikan Sukasna dianggap angin lalu oleh Pemerintah Hindia Belanda. Mereka tidak mau percaya begitu saja, bahkan menganggap Sukasna membual.
Hingga akhirnya pembangunan Jembatan Cirahong dimulai, gangguan-gangguan secara mistis dan di luar nalar mulai dirasakan. Debit air Sungai Citanduy seringkali tiba-tiba naik dan banjir. Padahal, saat itu tidak ada angin dan tidak ada hujan. Alhasil, kondisi itu menghambat proses pembangunan pondasi jembatan.
Perwakilan Pemerintah Hindia Belanda teringat dengan apa yang disampaikan Sukasna. Akhirnya, Sukasna dimintai bantuan untuk melakukan mediasi dengan penunggu Sungai Citanduy.
Siluman Ular
Dari proses mediasi itu terungkap, sosok gaib penunggu Sungai Citanduy adalah sepasang siluman ular bernama Aki Boh`ang dan Nyai Odah. Siluman ular tersebut merasa terganggu dengan aktifitas manusia yang sedang melaksanakan pembangunan Jembatan.
Kawasan Jembatan Cirahong ini diketahui merupakan tempat tinggal siluman ular bernama Aki Boh`ang dan Nyai Odah. Sepasang siluman ular inipun memberikan syarat jika proses pembangunan jembatan ingin berjalan lancar.
Aki Boh`ang dan Nyai Odah menjamin Jembatan Cirahong Ciamis ini akan bertahan sampai ratusan tahun jika persyaratan yang mereka minta dipenuhi. Yakni, tumbal sepasang pengantin baru. Berparas cantik dan tampan, serta perawan dan perjaka.
Tumbal Pengantin Baru
Tumbal sepasang pengantin baru tersebut, rencananya akan dijadikan anak angkat oleh Aki Boh`ang dan Nyai Odah. Permintaan Aki Boh`ang dan Nyai Odah pun disampaikan kepada pihak Pemerintah Hindia Belanda.
Gayung bersambut, Pemerintah Hindia Belanda mendapatkan informasi adanya buruh pekerja bangunan Jembatan Cirahong yang akan menikah dalam waktu dekat. Mereka kemudian membuat rencana untuk menculik pasangan pengantin tersebut.
Benar saja, usai melaksanakan akad nikah, para centeng yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda, menculik pengantin baru tersebut. Dalihnya, para centeng ini diperintah pimpinan proyek jembatan untuk menyerahkan hadiah sekaligus menjemput pengantin.
Pengantin baru itu kemudian dibawa para centeng ke lokasi pengecoran pondasi jembatan yang berada di tengah-tengah sungai. Sebelum magrib, ubo rampe serta sesaji sudah dipersiapkan di dasar pondasi.
Sembari terikat, pasangan pengantin baru tersebut dipaksa masuk ke dalam lubang pondasi jembatan. Waktu itu, semua pekerja tidak mengetahui keberadaan pengantin.
Para pekerja disuruh lembur untuk mengecor jembatan. Alasannya, mumpung Sungai Citanduy sedang surut. Para pekerja pun memasukan adonan berisi semen, batu dan pasir ke dalam lubang pondasi.
Jasad sepasang pengantin baru itu kemudian terkubur di bawah pondasi Jembatan Cirahong. Arwah pasangan pengantin tersebut sampai saat ini dipercaya masih terperangkap di alam astral.
Arwah mereka menempati pondasi bagian tengah jembatan. Sedangkan Aki Boh`ang dan Nyai Odah mendiami pondasi kiri dan kanan jembatan.
Seperti diketahui, Jembatan Cirahong dibangun Pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1893, melalui perusahaan Staatspoorwegen. Jembatan Cirahong Ciamis ini bagian dari proyek pembangunan rel kereta api jalur selatan Pulau Jawa. (Deni/R4/HR-Online)