Mengenali gejala cacar air maupun faktor penyebabnya merupakan langkah terbaik agar dapat dilakukan penanganan yang tepat. Hal yang tak kalah pentingnya, pencegahannya pun bisa dilakukan lebih efektif.
Penyakit cacar air merupakan salah satu jenis penyakit menular yang dianggap memalukan. Penderita penyakit ini umumnya harus menjalani karantina di dalam rumah agar tidak menyebar ke orang lain.
Karena itu banyak orang yang merahasiakan saat penyakit ini menyerang. Padahal cacar air bukanlah suatu penyakit yang berbahaya. Penyakit infeksi bisa sembuh dengan sendirinya, terutama bila daya tahan tubuh penderita meningkat.
Meskipun penyakit ini mudah disembuhkan namun apabila gejala cacar air tidak segera ditangani dan diobati bisa berbahaya. Penyakit cacar air dapat menyebar ke seluruh tubuh, mengganggu penampilannya, dan menulari orang lain.
Kenali Penyebab dan Gejala Cacar Air
Penyebab cacar air adalah sebuah virus yang bernama Varicella zoster. Virus ini lebih sering menyerang anak-anak. Karena itulah bayi yang belum berumur 1 tahun diharuskan mendapatkan imunisasi cacar untuk pencegahan cacar air.
Ada sejumlah gejala cacar air yang akan terjadi terutama setelah terinfeksi virus penyebab cacar air. Diantaranya penderita akan mengalami demam yang cukup tinggi, dan tenggorokan sakit.
Selain itu penderita akan mengalami sakit pada kepala, pilek, serta nyeri pada persendian dan tulang. Selain itu tubuh pun akan terasa lemah dan lesu serta tidak bersemangat sama sekali.
Baca Juga: Dada Panas? Awas Gejala Penyakit Asam Lambung atau Nerd
Pada beberapa hari pertama gejala cacar air ini muncul, mungkin akan dianggap sebagai gejala penyakit flu atau demam biasa. Gejala awal penyakit ini memang mirip dengan gejala penyakit akibat infeksi.
Namun setelah beberapa hari akan muncul gejala cacar air lain yang akan muncul, seperti bintik-bintik ruam kemerahan di permukaan kulit pada bagian dada atau punggung, maupun bagian tubuh lainnya.
Apabila tidak segera ditangani, bintik merah tersebut akan berubah menjadi lenting atau bulatan kecil berisi cairan. Lenting ini biasanya menyebar merata di berbagai permukaan kulit, khususnya di bagian dada dan perut, serta punggung.
Saat rasa gatal tak tertahankan disertai nyeri, penderita tergoda untuk menggosok bahkan menggaruknya. Akibatnya secara tak sengaja lenting berisi cairan cacar itu pecah. Inilah yang perlu diwaspadai.
Sebab, cairan dalam lenting itu adalah bakteri penyakit yang dapat menyebar dan menular bila terkena kulit orang lain. Karena itulah orang yang terkena penyakit ini akan sering dikarantina atau dikucilkan.
Pencegahan Penyakit Cacar Air
Ada anggapan orang yang telah sembuh atau mendapat vaksin cacar air akan kebal selamanya. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat. Virus Varicella zoster yang menyebabkan penyakit ini masih berada dalam tubuh meski sudah sembuh.
Selain itu virus ini dapat muncul lagi puluhan tahun kemudian dan menyerang lagi saat kondisi tubuh melemah dengan gejala cacar air yang sama. Terutama ketika kita memasuki usia lanjut.
Biasanya virus ini akan muncul dan menyebabkan terjadinya penyakit ruam syaraf atau dompo (Herpes zoster). Penyakit yang menyerang kulit ini muncul seperti cacar air namun bentuknya sebaris saja pada bagian tubuh tertentu.
Bagian kulit yang terkena dompo atau ruam syaraf ini akan terasa gatal, nyeri, dan panas, sehingga akan mendorong penderita untuk menggaruk, seperti terjadi pada cacar air.
Namun ruam syaraf ini pun dapat sembuh dengan sendirinya, terutama bila kondiri tubuh membaik. Namun untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih parah, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Dengan mengenal gejala cacar air yang dibarengi dengan meningkatkan daya tahan tubuh akan bisa menjadi pencegahan terbaik penyakit ini. (R9/HR-Online)