Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita BanjarDPRD Soroti Rendahnya PAD Kota Banjar

DPRD Soroti Rendahnya PAD Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Rendahnya PAD Kota Banjar dan besarnya biaya belanja tidak langsung dalam RAPBD 2020, menjadi sorotan DPRD Kota Banjar saat rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Walikota mengenai Pembahasan RAPBD Kota Banjar Tahun Anggaran 2020, Senin (25/11/2019), di Gedung DPRD Kota Banjar.

Beberapa fraksi di DPRD memberikan masukan agar ke depan PAD Kota Banjar lebih ditingkatkan. Seperti dikatakan Sutopo, mewakili Fraksi Partai Golkar, dalam pandangan fraksinya menyampaikan bahwa, kontruksi APBD tahun 2020 semakin banyak dibebani belanja tidak langsung, sehingga struktur APBD lebih besar belanja tidak langsung dibanding belanja langsung.

Fraksi Golkar menilai, hal tersebut tidak biasa, bahkan penyusunan postur APBD pada tahun sebelumnya lebih banyak untuk belanja langsung. Fonemana ini menandakan perlu adanya upaya mendongkrak PAD melalui pengembangan potensi daerah dari berbagai sektor yang dimiliki Kota Banjar.

“Apabila belanja langsung terus-menerus mengalami penurunan, bisa dipastikan ke depan keuangan daerah berada dalam kategori rendah. Penurunan tersebut tentu akan berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan dan berjalannya roda pemerintah daerah,” kata Sutopo.

Tak hanya Fraksi Golkar, hal senada juga disampaikan oleh Hasyim yang mewakili Fraksi PDIP, bahwa, melihat nota yang disampaikan bisa dilihat PAD secara signifikan 72,3 persen berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Oleh karena itu, diharapkan ke depan ada upaya untuk meningkatkan PAD dengan melakukan pemetaan potensi daerah yang ada di Kota Banjar, terutama pendapatan dari dinas-dinsa penghasil PAD agar lebih ditingkatkan lagi.

Sementara itu, Fraksi PAN dan PKS lebih menyoroti pada penyusunan RAPBD yang terkesan tergesa-gesa dan kurang memperhatikan ketepatan waktu. Sehingga, pembahasannya menjadi kurang maksimal.

Hal itu disampaikan Fraksi PAN, H. Husin Munawar, bahwa waktu penyusunan RAPBD  tidak cermat, terlalu singkat, dan terburu buru, sehingga tidak maksimal untuk memahami secara detail posture anggaran APBD tahun 2020.

“Harus lebih sungguh-sungguh dalam membuat perencanaan, terutama data pendukung penyusunan APBD agar hasilnya lebih efektif, efisien dan tepat sasaran,” kata Husin.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana, mengatakan bahwa pihaknya menerima koreksi yang disampaikan oleh semua fraksi di DPRD.

Adapun soal adanya kenaikan belanja tidak langsung, itu dikarenakan ada agenda rekrutmen CPNS, PPPK, serta pembiayaanya yang bersumber dari APBD. Sehingga, anggaran belanja tidak langsung menjadi naik.

Selain itu, juga untuk mengakomodir pencaker untuk menambah pegawai, dan itu tentu menambah pula pembiayaan. Sedangkan, terkait peningkatan potensi untuk menggenjot pendapatan daerah, lanjut Nana Suryana, rencananya pemerintah akan membentuk tim untuk meningkatkan PAD dengan membuat pemetaan potensi daerah.

“Makanya perlu ada tim koordinasi sehingga secara bersama sama-sama bergerak untuk memetakan potensi yang ada di Kota Banjar ini. Kita sekarang menuju ke arah sana, dan itu akan diupayakan mulai bisa direalisasi di awal tahun 2020,” terangnya.

Nana juga membenarkan, bahwa untuk pendapatan terbesar Pemkot Banjar hanya dari sektor RSUD. Itu berdasarkan fakta yang ada dari data PAD. Namun, karena rumah sakit itu sifatnya BLUD, jadi anggaran yang masuk hanya sekedar numpang angkat yang nantinya anggaran tersebut kembali lagi ke RSUD.

“Terkait harmonisasi koordinasi antar OPD, sebetulnya sudah dibangun dengan berembuk melalui aspirasi Musrembang dan aspirasi DPRD, dan itu sudah ada harmonisasi yang diwujudkan dan dipadukan dalam bentuk kebijakan. Meskipun masih belum maksimal, tapi sudah ada upaya ke arah sana,” pungkas Nana. (Muhlisin/Koran HR)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...