Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, kembali mengingatkan bahwa program magrib mengaji yang saat ini sudah berjalan di seluruh mesjid di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, harus dijadikan momentum untuk memakmurkan mesjid.
“Kami ingatkan kembali agar program magrib mengaji dan sholat berjamaah yang saat ini sudah berjalan untuk lebih ditingkatkan lagi. Para orangtua agar berperan aktif mengajak dan membimbing anak-anaknya yang merupakan genarasi muda untuk dibiasakan sholat dan mengaji di mesjid,” ujarnya, saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Munawar Buniseuri Kecamatan Cipaku, Sabtu (23/11/2019).
Dengan berjalannya program magrib mengaji dan sholat berjamaah, lanjut Herdiat, dengan sendirinya akan memberi dampak terhadap kemakmuran mesjid.
“Program magrib ini tidak hanya bertujuan untuk mencetak generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia, tetapi juga sebagai momentum dalam memakmurkan mesjid,” ujarnya.
Karena itu, Herdiat berpesan agar orang dewasa terus mengarahkan dan mengajak generasi muda di lingkungannya untuk mengaji dan sholat berjamaah di mesjid. “Program ini harus terus berjalan di seluruh mesjid di Kabupaten Ciamis. Karena banyak sekali manfaatnya,” ungkapnya.
Selain itu, kata Herdiat, pihaknya pun mengajak masyarakat untuk kembali menggiatkan kegiatan Jumsih atau Jum’at bersih. Melalui kegiatan jumsih, lanjut dia, akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai betapa pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan rumahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Ciamis dibawah kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya mengeluarkan Surat Edaran Nomor 451.1/950 Kesra tentang Gerakan Maghrib Mengaji dan Salat Berjamaah. Surat edaran itu sudah disebar sampai ke tingkat Desa.
Menurut Herdiat, tujuan surat edaran tersebut tiada lain agar masyarakat dapat memakmurkan masjid. Saat ini, insfrastruktur masjid di daerah-daerah di Kabupaten Ciamis sudah sangat bagus, tapi alangkah baiknya kalau masjid itu makmur, dan setiap waktu dipadati orang yang salat berjamaah.
Herdiat mengatakan, program magrib mengaji dan salat berjamaah merupakan salah satu upaya menumbuhkan kedisiplinan anak dalam mengaji Al-Qur’an, ketimbang bermain smartphone.
Menurutnya, kondisi saat ini jauh berbeda dengan jaman dulu, yang mana dulu belum terlalu banyak yang memiliki televisi, bahkan belum ada yang namanya handphone. Sehingga, setelah waktu Maghrib, masjid masih ramai digunakan sebagai tempat mengaji oleh anak-anak.
Namun sekarang, setelah Maghrib kebanyakan anak-anak lebih senang menonton tv dan bermain smartphone.
“Bukan tidak ada positifnya nonton tv dan main HP, tapi alangkah baiknya jika waktu tersebut digunakan untuk mengaji dan salat Maghrib berjamaah di masjid,” katanya.
Herdiat menegaskan, pemerintah bertanggung jawab atas kualitas generasi di masa depan yang lebih Islami. Melalui gerakan Magrib mengaji dan salat berjamaah diharapkan generasi masa depan Ciamis tidak hanya pandai, namun juga berakhlakul karimah. (R2/HR-Online)