Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariLagi! Warga Pamarican Ciamis Tinggal di Bekas Kandang Kambing

Lagi! Warga Pamarican Ciamis Tinggal di Bekas Kandang Kambing

harapanrakyat.com,- Tardi (65), warga Dusun Bangunjaya, RT 15 RW 04, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tinggal di bekas kandang domba/ kambing. Ironisnya, Tardi diketahui sudah lama tinggal di tempat tersebut.

Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, Tardi belum sekalipun menerima bantuan sosial dari pemerintah. Gubuk bekas kandang yang ditinggali Tardi hanya berdindingkan karung dan plastik. Di sekelilingnya, juga banyak berserakan sampah dan bekas kandang bebek.

Saat di temui Koran HR, Kamis (10/10/2019), Tardi mengaku terpaksa tinggal di bekas kandang kambing lantaran tidak mempunyai apa-apa setelah bercerai dengan istrinya, beberapa tahun silam.

“Saya asli orang sini. Namun setelah nikah dulu saya sempat ikut dengan istri di Kota Banjar. Dan setelah bercerai, pada tahun 2014 lalu, saya memutuskan kembali kesini. Karena tidak punya apa-apa, saya memutuskan tinggal di tempat ini,” katanya.

Sejak pindah ke desa ini, kata Tardi, dia juga mengurus administrasi kependudukan. Namun sejak itu pula dia tidak pernah menerima bantuan sosial apapun dari pemerintah.

“Saya tidak menerima program BPNT. Padahal kehidupan saya seperti ini. Untuk bertahan hidup saja saya hanya bekerja serabutan, tidak tentu ada hasilnya,” katanya.

Kondisi di dalam gubuk yang bekas kandang kambing begitu memprihatinkan. Foto: Suherman/HR

Selain Tardi, di lokasi berdekatan juga hidup seorang perempuan cacat bernama Yoyoh. Dia hidup dalam kesusahan, rumahnya pun hanyalah gubuk bambu berukuran kecil. Dia juga harus menanggung beban dua orang anaknya yang masih kecil.

Menurut keterangan para tetangga, Yoyoh terlahir dari seorang ibu yang mempunyai keterbelakangan mental. Sehingga masa kecilnya pun tidak pernah mengenyam pendidikan.

“Waktu lahir, dia (Yoyoh) sehat seperti anak lainnya. Namun saat waktu kecil, ibunya yang keterbelakangan mental mematahkan tangan dan kakinya. Dan kini dia mempunyai dua anak. Tidak tahu siapa bapaknya. Maklum dia orangnya begitu, jadi kemungkinan dijadikan dimanfaatkan lelaki tidak bertanggung jawab,” kata tetangga yang enggan disebutkan namanya.

Rumah gubuk ini juga, kata Sumber Koran HR, hasil rereongan tetangga. Kebetulan ada Poskamling yang direnovasi. Dan bekasnya itulah lalu dijadikan hunian untuk Yoyoh dan anaknya berteduh.

Informasi yang berhasil dihimpun Koran HR, selain beberapa warga yang mengalami kesulitan secara ekonomi. Di lokasi tersebut sejak lama tidak mempunyai fasilitas MCK (mandi cuci kakus). Sehingga puluhan warga selalu memanfaatkan saluran irigasi untuk kebutuhan MCK.

Kepala Desa Sukajaya, Herdis, saat ditemui Koran HR di kantornya, Selasa (15/10/2019), mengaku kaget adanya warga yang tinggal di bekas kandang kambing. 

“Terus terang, saya baru tahu hari ini. Selama ini tidak pernah ada laporan, sehingga saya tidak mengetahuinya. Insyaallah bulan ini akan kami usahakan agar mereka mendapatkan bantuan. Minimal untuk program BPNT,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga bernama Mahpud (48), warga Dusun Citalem, RT 17 RW 06, Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, tinggal di bekas kandang kambing.

Mahpud diketahui mengalami kelumpuhan sejak sembilan tahun silam. Ia pun tinggal sendirian di dalam rumah gubuk bekas kandang kambing berukuran 2×3 meter. Rumah tersebut sangat tidak layak untuk dihuni.

Namun, setelah diberitakan Koran HR dan kembali ditayangkan di harapanrakyat.com, Mahpud mendapat bantuan dari Komunitas Mata Hati serta dijenguk oleh Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra beserta jajarannya. (Suherman/Koran-HR)

gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...