Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Pembangunan tol Bandung-Cilacap rencananya akan dilaksanakan dua tahap. Trase pertama Bandung-Tasikmalaya, sepanjang 95 kilometer, dibangun di tahap pertama. Tahap kedua, Tasikmalaya-Kabupaten Cilacap, sepanjang 111 kilometer, akan melewati Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran. Dua pintu tol dibangun di Ciamis dan wilayah Kabupaten Ciamis akan dilewati jalan tol sepanjang 33,3 kilometer.
Asisten Daerah (Asda) 2 Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, DR. H. Wasdi Ijudin, usai mewakili Ciamis dalam rapat proyek jalan tol Bandung-Cilacap, beberapa waktu lalu, menyebutkan, akan ada dua pintu tol dibangun di Ciamis, yakni di wilayah sekitar Jalan Lingkar Selatan, tepatnya Kelurahan Benteng, serta Desa Kertahayu Kecamatan Pamarican.
Dua Pintu Tol Dibangun di Ciamis Salah Satunya Akses Banjar
“Pada rapat pematangan rencana pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap, Ciamis kebagian jalan tol sepanjang 33,3 kilometer, berikut dua pintu tol. Pintu tol pertama di jalan lingkar selatan Kelurahan Benteng. Dan kedua, di Kertahayu Pamarican. Itu nanti yang akan disebut dengan pintu tol Banjar,” ujar Wasdi.
Wasdi menjelaskan, jalan tol dari Tasikmalaya akan dibangun langsung ke timur lewat Manonjaya-Cineam. Di antara dua wilayah tersebut, terdapat pintu tol di wilayah Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis. Sesuai rencana sebelumnya, akan dibangun pula jembatan yang menghubungkan Benteng-Manonjaya (Betmen).
Menurut Wasdi, jauh sebelum ada rencana jalan tol, Pemda Ciamis bersama Pemda Tasikmalaya sudah membuat MOU pembangunan Jembatan Betmen (Benteng-Manonjaya). “Ciamis bersama Tasikmalaya akan menyelesaikan jembatan berikut akses jalan lingkar selatan sekitar Benteng dan sarana lain yang mendukung keberadaan pintu tol,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wasdi menuturkan, rencana lama mengenai rute jalan tol dari wilayah Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya langsung masuk wilayah Ciamis di Cihaurbeuti hingga Kecamatan Baregbeg, itu berbeda dengan yang direncanakan Pemprov saat ini.
“Sekarang jangan berpikiran utara, sudah tidak nyambung lagi, tapi jalan tol akan melintasi di pinggir kota sebelah selatan. Karena dua pintu tol dibangun di Ciamis itu sudah ditetapkan berada di Lingkar Selatan dan Kertahayu,” katanya.
Jalan Lingkar Selatan Akan Diuntungkan
Wasdi mengungkapkan, berdasarkan hasil studi kelayakan, sebagian ruas jalan tol tetap berada di jalan utama saat ini. Hanya, kata Wasdi, agar sesuai kriteria, dilakukan peningkatan kualitas jalan sebagaimana persyaratan jalan tol.
Jalan Lingkar Selatan, Ciamis, sebagai pendukung jalan tol tentu akan mendapatkan keuntungan. Makanya harus ada peningkatan aktivitas di jalan tersebut. Hanya saja, salah satu persyaratannya harus ada jalan besar yang berhubung dengan jalan tol. Selain itu, Ciamis juga tengah merancang DED pendukung jalan lingkar utara.
“Kedepan antara Lingkar Selatan dengan Lingkar Utara akan saling berhadapan. Keberadaan jalan tol, akan melipatgandakan fungsi Jalan Lingkar, termasuk Lingkar sebelah timur, sangat potensial tumbuh industri,” ungkapnya.
Emil Tegaskan Semua Daerah Kebagian Pintu Tol
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menegaskan, pada rencana pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap, pihaknya memutuskan akan membangun exit tol atau pintu gerbang tol di wilayah Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar. Menurutnya, semua daerah yang terlewat jalan tol akan kebagian jatah gerbang pintu tol. Namun pada saat itu Kang Emil tidak menjelaskan akan ada dua pintu tol dibangun di Ciamis.
Hal itu dikatakan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, usai menghadiri acara festival layang Lakbok yang bertempat di Desa Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jum’at (27/09/2019).
Pernyataan itu tentunya berbeda dengan hasil keputusan rapat kordinasi pematangan rencana pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (25/9/2019) lalu.
Pada hasil rapat itu disebutkan exit tol Bandung-Cilacap bakal dibangun di empat lokasi. Satu lokasi di wilayah Kabupaten Bandung, dua lokasi di wilayah Kabupaten Garut, dan satu lokasi di wilayah Kota Tasikmalaya.
Sedangkan pada pembangunan tahap kedua, exit tol Bandung-Cilacap akan dibangun di wilayah Kalipucang, atau sekitar 17 kilometer menuju kawasan Pariwisata Kabupaten Pangandaran.
“Saya tegaskan bahwa di Ciamis akan dibangun exit tol pada saat nanti pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap. Ini adalah hadiah untuk masyarakat Ciamis. Begitu pula di Kota Banjar akan dibangun juga,” katanya.
Kang Emil juga membantah bahwa saat rapat koordinasi kemarin memutuskan tidak memasukan Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar sebagai daerah yang dibangun pintu tol pada rencana pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap.
“Pada pertemuan kemarin saya juga hadir. Di Ciamis dan Banjar ada pintu tol. Pokoknya semua daerah di Jawa Barat yang terlewat oleh jalan tol Bandung-Cilacap akan mendapat jatah pintu tol,” tegasnya.
Kang Emil pun berjanji dirinya akan menginformasikan kepada masyarakat perihal exit tol tersebut melalui media sosialnya. “Nanti titik-titik lokasinya akan saya sampaikan di media sosial,” katanya.
Jalan Tol dari Tasik ke Cilacap Sepanjang 111 Kilometer
Sebelumnya, Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahardian, menjelaskan, jarak tempuh pembangunan tol tahap 1, yakni mulai dari Gedebage sampai Tasikmalaya adalah 95,2 kilometer. Kemudian pada tahap 2, yakni Tasikmalaya sampai ke Cilacap, sepanjang 111 kilometer.
Menurut Hedy, pembangunan tol Bandung-Cilacap ini merupakan konsistensi paling panjang dari pemerintah. Dan sesuai rencana, proses usulan Penlok dilaksanakan pada kurun Bulan Mei 2019 sampai Bulan April 2020.
Terkait proses prakualifikasi, kata Hedy, akan dilaksanakan antara Bulan Oktober sampai Desember 2019. Kemudian proses lelangnya, dilaksanakan antara Bulan Desember 2019 sampai Juni 2020.
Sedangkan proses pembebasan tanah, dilaksanakan mulai Bulan April 2020 sampai Tahun 2022. Kemudian proses rekontruksi pembangunan tahap I, dilaksanakan antara tahun 2022 sampai 2024. Dan tol baru bisa dioperasikan pada Bulan April Tahun 2024. (Jujang/Muhafidz/Koran-HR)