Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pria berinisial WK (27), pelaku pencurian dan pembunuhan yang juga warga warga Dusun Cipeuteuy RT 002/RW 001 Desa Girilaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, rupanya sering berulah di kampungnya dengan melakukan beberapa kali aksi pencurian.
Namun pada kasus sebelumnya, pelaku hanya diperingati saja oleh warga dan tidak sampai dilaporkan ke pihak kepolisian.
Seperti diketahui, pria berinisial WK (27) adalah pelaku kasus pencurian dan pembunuhan yang menewaskan Rini Suharyati Awalia (40), seorang guru SMK. Korban dan pelaku masih tetanggaan atau hanya terhalang beberapa rumah saja.
Tokoh Masyarakat Desa Girilaya Lukmanudin (46), mengatakan, dirinya sempat kaget ketika mendengar pelaku yang membunuh korban adalah pria berinisial WK (27) yang dimana merupakan murid ngajinya.
“Saya ini guru ngaji di kampung. Saat pelaku masih anak-anak, dia salah satu murid ngaji saya. Sekitar 8 tahun pelaku dididik agama oleh saya,” ujarnya usai menyaksikan proses reka ulang perkara kasus pembunuhan tersebut, di Mapolres Ciamis, Kamis (24/10/2019).
Saat masih menjadi muridnya, lanjut Lukmanudin, pelaku dikenal anak pendiam. Semasa kecilnya pun pelaku tidak pernah berbuat yang aneh-aneh.
“Tapi memang sesorang itu bisa berubah. Mungkin saat kecilnya baik, tetapi ketika beranjak dewasa dia salah bergaul dan akhirnya melakukan perbuatan kriminal,” katanya.
Namun, terang Lukmanudin, pelaku memang berubah perilakunya ketika sudah beranjak dewasa. Sebelum kejadian ini, kata dia, pelaku pernah kedapatan mencuri dan sempat diperingati oleh warga.
“Tapi mencurinya kecil-kecilan. Ya cuma mencuri rokok di warung dan mencuri uang kecil. Saat dulu diperingati, pelaku malah sempat disidang oleh warga. Karena pelaku masih warga kami, waktu itu hanya diperingati saja dan tidak sampai dilaporkan ke polisi. Saat itu pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya.
Lukmanudin mengatakan, setelah pelaku menjadi tersangka kasus pembunuhan ini, dia pernah membesuk ke sel tahanan Mapolres Ciamis. Pada kesempatan itu, lanjut dia, pelaku menangis dan berjanji akan bertobat.
“Saat ditanya sama siapa mencuri ke rumah korban, pelaku mengaku sendirian atau tidak ada pelaku lain,” katanya.
Sementara itu, Yayan (44), suami korban, usai menyaksikan reka ulang di Mapolres Ciamis, menilai bahwa pada proses reka ulang tersebut pelaku banyak berbohong. Namun begitu, dia mengaku sudah berusaha sabar dan menyerahkan permasalahan ini kepada Allah SWT.
“Saya tadi malas menyaksikan proses reka ulang karena pelaku banyak berbohong. Makanya saya tidak menyaksikan sampai tuntas,” tegasnya.
Namun, kata Yayan, dirinya sudah pasrah dan menerima kenyataan yang menyakitkan itu sebagai takdir. “Lebih baik saya berdoa saja kepada Allah SWT, semoga kedzaliman ini terkuak hingga terang benerang,” ujarnya.
Seperti diketahui, saat peristiwa pencurian dan pembunuhan yang menewaskan Rini Suharyati Awalia, pada Minggu (06/10/2019) lalu, korban tinggal seorang diri di rumahnya.
Yayan, sang suami, merantau ke luar jawa untuk bekerja. Sementara kedua anaknya menuntut ilmu di salah satu pesantren yang berada di luar kota. Korban dalam kesehariannya sering tinggal sendirian di rumah. (R2/HR-Online)
Berita Terkait Kasus Pembunuhan Guru SMK di Ciamis:
Guru di Ciamis Tewas Dibunuh Rampok, Saat Ditemukan Lehernya Dililit Kain
Perampok yang Bunuh Guru SMK di Ciamis Ternyata Masih Tetangganya