Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita CiamisRumput Mengering Lantaran Kemarau, Kerbau Milik Warga Ciamis 'Diangon' di Sawah

Rumput Mengering Lantaran Kemarau, Kerbau Milik Warga Ciamis ‘Diangon’ di Sawah

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kemarau panjang bukan hanya berdampak pada kesulitan air bersih, namun juga membuat rumput mengering.

Alhasil pemilik ternak seperti kerbau yang biasa menggunakan rumput sebagai pakan, kesulitan mendapatkan rumput, seperti yang terjadi di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis.

Lantaran sulit mendapatkan rumput untuk kebutuhan pakan ternak, dua ekor kerbau milik Nasa, warga Dusun Indrayasa, Desa/Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, ‘diangon’ atau diliarkan di sawah kering.

Kerbau-kerbau tersebut dibiarkan mencari makanannya sendiri di sawah yang baru dipanen.

Nasa, pemilik kerbau tersebut, mengungkapkan, musim kemarau yang berkepanjangan membuat dirinya sulit untuk mendapatkan rumput.

“Makanya agar kebutuhan pakan bisa terpenuhi, kerbau diliarkan, terpaksa,” ujar Nasa kepada HR Online, Kamis (10/10/2019).

Meskipun demikian, Nasa mengaku masih harus menyabut rumput. Namun, dengan diliarkannya kerbau milikinya, setidaknya membuat dia mengurangi tenaga.

“Saat musim kemarau seperti saat ini untuk mendapatkan satu karung rumput saja sangat sulit,” kata Nasa.

Nasa mengatakan, berbeda dengan musim panen padi, meski kemarau terjadi, namun untuk mendapatkan pakan ternak sangat mudah.

“Kalau musim panen padi, walau musim kemarau juga tak perlu khawatir, lantaran banyak jerami yang bisa digunakan sebagai pakan kerbau,” katanya.

Nasa menambahkan, dengan diliarkannya dua ekor kerbau miliknya, setidaknya kebutuhan pakan tetap terpenuhi. Sebab, kerbau bisa memilih sendiri rumput yang dimakannya.

Sementara itu, walau bulan Oktober 2019 diprediksi sudah memasuki musim penghujan, namun laporan BMKG terbaru mengungkapkan, hujan pada bulan Oktober masih jarang.

Wilayah Jawa Barat, termasuk Ciamis, baru akan terjadi hujan dengan curah tinggi di awal November tahun 2019.

Keterlambatan musim penghujan ini lantaran adanya gangguan iklim, dimana suhu laut Indonesia yang lebih dingin. Akibatnya, volume uap air makin berkurang. Hal itu dijelaskan BMKG mengurangi curah hujan sekitar 15%. (Edji/R7/HR-Online)

Infinix Note 50x, Waktunya HP 5G Makin Terjangkau

Infinix Note 50x, Waktunya HP 5G Makin Terjangkau

Infinix kembali menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan peluncuran Infinix Note 50x pada 27 Maret 2025 lalu. Sebagai model paling terjangkau dalam seri Note...
Hasyim bin Abdu Manaf, Leluhur Rasulullah SAW yang Berpengaruh

Hasyim bin Abdu Manaf, Leluhur Rasulullah SAW yang Berpengaruh

Nama Hasyim bin Abdu Manaf mungkin tidak sepopuler Nabi Muhammad SAW. Tapi perannya sangat besar dalam sejarah Islam. Ia adalah bagian penting dalam rantai...
Lenovo Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition, Laptop Premium Bertenaga

Lenovo Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition, Laptop Premium Bertenaga

Lenovo Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition menjadi salah satu produk andalan Lenovo yang siap meluncur tahun ini. Laptop premium ini sudah mulai tersedia di...
Wisatawan Tewas di Kolam Renang Cipanas Garut

Wisatawan Tewas di Kolam Renang Cipanas Garut, Polisi Olah TKP

harapanrakyat.com,- Seorang wisatawan kolam renang di Cipanas Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas tenggelam saat rekreasi, Minggu (6/4/2025). Petugas kepolisian dari Polsek Tarogong Kaler bersama...
Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Setiap tahun, langit malam bulan April dihiasi oleh salah satu fenomena alam yang paling dinanti, yaitu hujan meteor Lyrid 2025. Hujan meteor ini berasal...
gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...