Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita BanjarPelatihan Las di Kujangsari Kota Banjar Dianggap Tak Tepat Sasaran

Pelatihan Las di Kujangsari Kota Banjar Dianggap Tak Tepat Sasaran

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Pelatihan las yang merupakan program keahlian dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang digelar oleh Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Kamis (10/10/2019), inilai tidak tepat sasaran, minim sosialisasi, dan tidak merata.

Seperti dikatakan Mujianto (30), salah seorang warga Desa Kujangsari. Menurutnya, pelatihan tersebut dinilai tidak tetap sasaran karena tidak adanya pemerataan peserta pelatihan dari masing-masing dusun, dan sebelumnya sangat minim sosialisasi.

“Jangan sampai dalam pemberdayaan masyarakat salah sasaran, sehingga menyebabkan kegiatan pelatihan itu hanya sekedar seremonial tanpa adanya tindak lanjut, baik dari pesertanya, desa setempat, atau dari pihak dinas terkait,” katanya.

Selain itu, lanjut Mujianto, pelatihan-pelatihan yang diadakan hanya dapat diikuti oleh orang-orang tertentu saja. Contohnya dalam pelatihan las, yang mana para pesertanya pegawai desa dan anak dari pegawai desa setempat.

Pada saat rekrutmen peserta pelatihan, pihak terkait seharusnya lebih selektif. Masyarakat yang lebih membutuhkan atau yang memiliki potensi dalam bidang tersebut harusnya yang diutamakan ikut pelatihan.

“Sepertinya hanya orang-orang dekat yang memiliki akses ke pemerintahan desa saja yang dapat mengikuti pelatihan,” tukas Mujianto.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Kujangsari, Ahmad Mujahid, saat dikonfirmasi Koran HR, Jum’at (11/10/2019), mengaku bahwa pihaknya sudah mensosialisasikan pelatihan tersebut kepada semua elemen masyarakat, terutama melalui perangkat desanya.

Bahkan, pihak desa juga tak kurang-kurangnya mensosialisasikan melalui berbagai grup media sosial. Jika kemudian ada anak perangkat desa yang mengikuti pelatihan, menurutnya hal itu bukanlah masalah selama ditempuh sesuai tahapan atau prosedur, yakni mendaftar dan mengikuti seleksi.

“Semua warga masyarakat mempunyai hak yang sama, entah itu perangkat desa dan juga warga lainnya. Kalau saya melarang anak perangkat desa atau pegawai desa mengikuti pelatihan, berarti saya dikatakan mendiskriminasi warga saya. Jadi menurut hemat saya, selama itu ditempuh dengan tahapan, itu bukan masalah,” jelas Mujahid.

Sementara itu, Kepala BLK Kota Banjar, belum dapat dikonfirmasi karena sedang sakit. Namun, dari informasi yang dihimpun Koran HR di Kantor BLK melalui Staf Bidang Seleksi, Teguh, menjelaskan bahwa, pihaknya menerima nama-nama peserta bakal calon pelatihan dari proposal yang diajukan satu bulan sebelumnya.

Selanjutnya dilakukan seleksi, salah satunya tentang kesiapan bakal calon peserta untuk mengikuti pelatihan selama waktu yang ditentukan, yang dibuktikan dengan absensi kehadiran.

“Tentu saja kami melakukan seleksi dulu, karena kami berharap para peserta pelatihan dapat benar-benar membekali dirinya dengan keilmuan yang kami ajarkan dalam pelatihan. Saat ini yang mendaftar di BLK Kota Banjar ada 900 orang, kalau tidak kami seleksi, takutnya salah sasaran,” katanya.

Sedangkan, mengenai kelanjutan dari pelatihan yang dilaksanakan, dia menjelaskan bahwa pihak BLK saat ini hanya membekali peserta pelatihan dengan skill. Bagi yang berkompeten, tidak menutup kemungkinan nantinya untuk menjadi seorang instruktur.

“Tentu saja setelah mendapatan pelatihan dan sertifikat dari Balai Besar Pelatihan Bandung, atau misalkan ingin disalurkan kerja, maka itupun melalui tahapan pelatihan lanjutan yang adanya di Balai Besar Pelatihan di Bandung. Untuk pendaftarannya bisa melalui BLK Kota atau langsung via email,” pungkas Teguh. (Sugeng/Koran-HR)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...