Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kontak Tani Nelayan Andalan atau KTNA Kota Banjar mendorong petani untuk mewujudkan kota agrobisnis dengan melakukan inovasi guna menciptakan berbagai produk unggulan dalam sektor pertanian, baik di bidang peternakan maupun perikanan.
Ketua KTNA Kota Banjar, Herman Sutrisno, mengatakan, independensi atau kemandirian petani harus dijaga dengan mempermudah akses pasar. Salah satunya bentuknya dengan memfasilitasi adanya sebuah tempat untuk menampung hasil produk pertanian.
“Petani harus berinovasi, jangan hanya Bimtek dan pelatihan saja. Tapi, perlu ada pendampingan di lapangan dari proses awal sampai akhir produksi, termasuk dalam pemasaran. Di sini pemerintah harus hadir membantu,” tutur Ketua KTNA Kota Banjar Herman Sutrisno dalam pelatihan pemuda tani HKTI Kota Banjar di salah satu rumah makan di Banjar, Kamis (24/10/2019).
Herman menambahkan, langkah untuk mewujudkan agrobisnis di antaranya dengan adanya pendampingan pertanian mulai dari tingkat paling bawah, yakni di desa.
Selanjutnya, sambung Herman, harus adanya pemasaran produk yang mana langsung mendapatkan pendampingan dari pemerintah yang mana dalam hal ini dinas terkait.
“Ke depannya harus ada yang bertugas mengawal pemasarannya, termasuk memasarkan ke luar daerah. Jadi, agrobisnis bukan hanya soal tanaman pangan dan peternakan saja, tapi juga pendampingan. Intinya semua yang berhubungan dengan pertanian adalah outputnya,” jelasnya.
Di tempat yang sama Kusnadi, Ketua HKTI Kota Banjar, menambahkan, pelatihan ini adalah upaya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Banjar untuk mendorong para pemuda agar terlibat langsung dalam pengembangan budidaya pertanian.
Saat ini, kata Dia, sudah ada beberapa kelompok muda yang berhasil mengembangkan budidaya peternakan sapi, perikanan dan budidaya semangka.
“Setelah ini kita tinjauan langsung ke lapangan ke beberapa petani yang sudah berhasil mengembangkan budidaya,” pungkasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)