Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Setelah menunggu lebih dari empat jam, jasad yang ditemukan di tengah sawah dalam kondisi sudah menjadi tengkorak, akhirnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Tim Inafis Polres Ciamis yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan terhadap jasad yang diduga seorang kakek. Dan dari keterangan pihak kepolisian, korban adalah Santarip (90), warga Dusun Karangcengek, RT 26 RW 08, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.
“Tadi kita telah menurunkan tim inafis dari Polres Ciamis. Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan bekas tindak kejahatan. Bahkan pihak keluarga juga sudah meyakini jika jasad itu adalah keluarganya yang sempat hilang sejak empat belas hari yang lalu. Keluarga tahu persis baju dan celana yang masih tersisa membungkus tengkorak,” kata Kapolsek Pamarican, AKP. Subagja, S.Ip.
Karena pihak keluarga tidak mengijinkan untuk dilakukan otopsi, lanjut Subagja, maka pihaknya tadi langsung menyerahkan jasad korban ke pihak keluarga untuk dikebumikan.
“Tadi istri dan anak korban keberatan untuk dilakukan otopsi. Mereka sudah yakin betul jika jasad itu adalah Santarip yang hilang sejak empat belas hari yang lalu,” katanya.
Masih menurut Subagja, korban diduga kelelahan dan terjatuh hingga meninggal di tengah pematang sawah yang jauh dari pemukiman warga.
“Dari keterangan warga, korban ini sudah pikun. Karena usianya juga sudah 90 tahunan. Sejak menghilang dari tanggal 6 Oktober, pihak keluarga serta warga sudah mencarinya kemana-mana. Bahkan informasi hilangnya kakek Santarip sempat diposting dan banyak dishare di media sosial,” terangnya.
Informasi yang berhasil dihimpun HR Online di lapangan, jasad Santarip pertama kali ditemukan oleh Koswara, warga sekitar. Saat itu Koswara pergi ke sawah untuk mencari rumput. Namun saat tengah tengak-tengok mencari rumput, ia melihat ada segumpal benda yang mengeluarkan bau.
Ia pun lantas mendekatinya dan setelah tahu bahwa gumpalan itu berupa mayat manusia, ia pun langsung bergegas memberi tahu warga lain. Hingga akhirnya, warga berduyun-duyun mendatangi lokasi.
Julaeha (75), istri korban, saat mendatangi lokasi langsung menangis histeris setelah dirinya tahu pasti jika jasad yang tinggal tengkorak itu adalah jasad suaminya yang tengah dia cari-cari.
“Saya yakin ini jasad suami saya. Saya tahu persis pakaiannya itu,” katanya sambil menangis histeris.
Sementara itu, Udin anak korban mengaku terpukul atas penemuan jasad ayahnya. “Saya sudah mencari kemana-mana. Eh taktahunya beliau sudah meninggal dalam kondisi yang mengenaskan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, warga menduga jasad Santarip sempat dimangsa hewan seperti anjing. Hal itu lantaran ada beberapa tulang bagian dari tubuh Santarip yang terpisah di beberpa tempat yang masih berdekatan. (Suherman/R4/HR-Online)