Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Pangandaran mengakibatkan sebagian daerah mengalami kekeringan. Tak sedikit warga yang kekurangan air bersih, akibatnya sejumlah warga terpaksa beli air bersih dari para pengangkut air. seperti yang terjadi di wilayah Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Salah seorang warga Desa Bangunkarya, Ikin, warga Dusun Bangunkarya RT 04 RW 01, Desa Bangunkarya mengatakan, masyarakat sudah 5 bulan kesulitan air bersih, lantaran kemarau panjang.
“Meski begitu masyarakat masih beruntung, karena punya sumber air yang masih mengalir, yaitu sumur Langkob walau jarak yang harus ditempuh terbilang cukup jauh yaitu sekitar 1,5 kilo meter,” ucapnya, Selasa (15/10/19).
Kata dia, meski sumur yang masih mengeluarkan air cukup jauh dari pemukiman, namun tetap saja setiap pagi dan sore hari selalu penuh oleh warga yang membutuhkan air bersih.
“Dari Subuh sampai sore hari sumur ini selalu ramai, baik yang sekedar mandi dan mencuci maupun yang sengaja ngambil air untuk dibawa ke rumahnya masing-masing,” paparnya.
Lebih lanjut, Ikin menyebutkan, meski air sumur Langkob menjadi sumber air yang banyak dimanfaatkan masyarakat, namun air ini hanya bisa dimanfaatkan untuk mandi, mencuci dan wudhu saja, karena jika dikonsumsi rasanya kurang enak.
“Kalau air untuk masak dan minum masyarakat terpaksa menggunakan air galon,” katanya.
Karena jarak yang cukup jauh, maka untuk masyarakat yang kesulitan mengambil air sendiri, Ikin menyediakan jasa mengantar air dengan upah Rp 10.000 per 4 jerigen.
Dari pantauan Koran HR, meski warga Desa Bangunkarya sudah lama kekurangan air bersih, namun sejauh ini pihak BPBD baru sekali memberikan air bersih secara gratis, itu pun tak kebagian semua. (R7/KoranHR)