Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Dudu Nurzaman, tenaga pengajar di SDN 1 Kota Banjar, berhasil lolos seleksi dan menjadi utusan dari Priangan Timur sebagai pengurus Dewan Pendidikan tingkat Provinsi Jawa Barat.
Saat ditemui Koran HR, di ruang kerjanya, belum lama ini, Dudu, menuturkan, bahwa tak mudah untuk bisa menjadi anggota lembaga pengawas pendidikan ini, karena sebelumnya ia harus mengikuti beberapa kali seleksi.
Karena sistem yang digunakan sekarang adalah melalui sistim seleksi murni, tidak seperti dulu yang menggunakan sistim perwakilan. Dengan sistim seleksi murni, dari 90 orang yang ikut seleksi, diseleksi lagi menjadi 44 orang, dan hanya 9 orang saja yang lolos menjadi anggota Dewan Pendidikan tingkat Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024.
“Alhamdulillah, saya termasuk dari 9 orang yang lolos untuk menduduki jabatan Dewan Pendidikan di provinsi mewakili Priangan Timur. Saya berangkat dari utusan PGRI Kota Banjar,” ucapnya.
Dudu pun mengaku sangat bersyukur bisa lolos dari seleksi, karena melihat para pesertanya yang terdiri dari berbagai kalangan tenaga pendidik, mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi se-Jawa Barat.
Lebih lanjut Dudu menjelaskan, tugas lembaga ini yaitu menganalisis dan memberikan rekomendasi kepada menteri, gubernur, serta bupati/walikota terhadap keluhan, saran kritik dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan.
Sedangkan, fungsinya untuk memberikan pertimbangan (advisory agency), memberikan arahan dan dukungan (sporting agency), serta pengawasan pendidikan (controling agency).
Oleh karena itu, dalam menjalankan fungsinya harus mandiri dan profesional, tidak dapat dipengaruhi atau diintervensi pihak lain, termasuk oleh unsur birokrasi pendidikan.
“Jadi, betapa pentingnya lembaga ini dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan. Saya mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota agar membentuk Dewan Pendidikan melalui mekanisme yang tepat, seleksi yang kompetitif, transparan dan akuntabel. Melalui panitia pemilihan kabupaten/kota mengajukan 22 orang calon pengurus kepada bupati/walikota,” pungkas Dudu. (AM/Koran-HR)