Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-DPRD dan Pemkab Ciamis pada perubahan APBD tahun 2019 menyepakati anggaran untuk penanggulangan bencana sekitar Rp. 13 miliar. Anggaran itu diperuntukan untuk pembelian tiga mobil damkar (pemadam kebakaran), lima mobil tangki air dan dua perahu karet.
Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, mengatakan, pada perubahan APBD tahun 2019 tidak banyak item yang dianggarkan. Pihaknya bersama Pemkab hanya menyepakati dua item anggaran, yaitu untuk anggaran penanggulangan bencana dan anggaran pembiayaan pelaksanaan CPNS.
“Jadi, kami hanya menganggarkan yang mendesak saja. Kalau pelaksanaan CPNS, karena pemerintah pusat akan melakukan pengadaan pegawai untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia, kebetulan Pemkab Ciamis membutuhkan tambahan pegawai. Kebutuhan tambahan pegawai pun sama sangat mendesak,” ujarnya, kepada Koran HR, pekan lalu.
Nanang mengatakan, pihaknya sepakat bahwa Pemkab Ciamis harus membeli tambahan mobil pemadam kebakaran. Karena menurutnya, mobil Damkar yang dimiliki Pemkab saat ini hanya sebanyak dua unit.
“Sementara wilayah Kabupaten Ciamis ini sangat luas. Makanya, ketika terjadi kebakaran sering kali tidak tertolong, karena jauhnya jarak dari Ciamis kota ke beberapa wilayah kecamatan. Jadi, kalau ada tambahan mobil damkar, bisa ada unit yang disimpan di wilayah Ciamis selatan dan Ciamis utara,” ujarnya.
Menurut Nanang, dari lima mobil tangki yang akan dibeli, tiga mobil tangki diantaranya akan difungsikan sebagai pemback-up mobil damkar dalam menangani kebakaran. “Jadi, ketika mobil damkar menangani kebakaran, mobil tangki itu berfungsi sebagai penyuplai air ke mobil damkar. Dengan begitu penanganan kebakaran akan cepat tertangani,” katanya.
Sementara dua mobil tangki sisanya, lanjut Nanang, akan difungsikan sebagai penyuplai air bersih ke beberapa daerah yang rawan kekeringan. Saat ini, kata dia, Pemkab Ciamis hanya memiliki satu unit mobil tangki.
“Sementara hasil penelitian BPBD terdapat 12 kecamatan di Kabupaten Ciamis yang rawan kekeringan ketika terjadi musim kemarau. Sedangkan mobil yang dimiliki Pemkab hanya satu unit. Makanya sangat mendesak untuk dilakukan penambahan,” terangnya.
Untuk perahu karet, lanjut Nanang, sangat dibutuhkan apabila terjadi bencana banjir. Menurutnya, di Kabupaten Ciamis terdapat beberapa kecamatan yang kerap kali terjadi banjir apabila musim hujan tiba. “Saat ini Pemkab belum memiliki perahu karet. Setiap kali banjir selalu meminjam ke instansi lain. Makanya perahu karet pun perlu dimiliki oleh Pemkab untuk penanganan bencana yang dilakukan BPBD,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, saat menyampaikan sambutan pada pembahasan APBD perubahan 2019, di Gedung DPRD Ciamis, beberapa waktu lalu, mengatakan, pihaknya mengusulkan untuk melakukan pembelian mobil damkar, mobil tangi air dan perahu karet. Kebutuhan tersebut benar-benar sangat mendesak.
Herdiat menjelaskan, khusus untuk mobil damkar, petugas Damkar selalu mendapat cibiran dari masyarakat ketika menangani kebakaran di beberapa kecamatan yang jaraknya jauh dari pusat kota Ciamis.
“Ketika menangani kebakaran di wilayah Banjarsari, misalnya, ketika petugas damkar datang ke lokasi, langsung mendapat tepuk tangan dari masyarakat. Tepuk tangan itu cibiran, bukan pujian. Karena ketika petugas damkar datang, rumah yang terbakar sudah padam oleh warga atau sudah hangus karena tidak tertolong,”
“Itu jelas tamparan bagi kami khususnya Pemkab Ciamis. Artinya, ada pelayanan masyarakat yang belum kami penuhi. Makanya, melalui anggaran perubahan tahun 2019 ini kami mengusulkan pembelian mobil damkar beserta pembelian mobil tangki air dan perahu karet untuk penanganan bencana banjir,” tegasnya.
Herdiat mengatakan saat ini Pemkab Ciamis hanya memiliki dua mobil damkar. Itupun, kata dia, hanya satu unit mobil damkar yang masih dikatakan layak. “Dengan adanya penambahan mobil damkar diharapkan penanganan kebakaran di seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis bisa tertangani dengan baik,” pungkasnya. (Bgj/Koran-HR)