Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Direktur Operasional Bank bjb, Tedi Setiawan, menegaskan, bank bjb sebagai BUMD di bidang industri keuangan terbesar di Jawa Barat dan Banten, memiliki peranan penting dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Tatar Sunda.
Untuk di Jawa Barat, Bank bjb ikut memberikan kontribusi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 5,68 persen. Capaian itu tentu lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,06 persen.
Hal itu disempaikan Tedi, usai menghadiri acara “Sinergitas BUMD Lembaga Keuangan” yang digelar di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Selasa (15/10/2019). Kegiatan diskusi yang bertajuk “Kolaborasi BUMD Lembaga Keuangan untuk Jabar Juara” ini merupakan kolaborasi berbagai pihak diantaranya pelaku usaha dan pemangku kebijakan.
Dalam kesempatan itu, hadir perwakilan dari Bank bjb, Pemprov Jabar, Jamkrida, Askrida, OJK, BI, BPR dan pihak asosiasi masyarakat serta perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota se Jabar.
Tedi menjelaskan, peranan Bank bjb dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, mulai dari membantu investasi, transaksi perdagangan ekspor impor, belanja pemerintah dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat melalui berbagai program kredit usaha.
Menurut Tedi, kontribusi besar Bank bjb dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat adalah memberikan sokongan terhadap pembiayaan pembangunan inftrastruktur yang dikelola pemerintah daerah.
“Tahun 2018 saja, total penyaluran kredit infrastruktur nasional dari Bank bjb mencapai Rp. 7,5 triliun. Tentunya Jawa barat sebagai daerah paling besar dalam penyaluran kredit infrastruktur tersebut atau mencapai Rp4,4 triliun,” ujarnya.
Tedi pun menyebut beberapa pembangunan infrastruktur di Jawa Barat yang didanai oleh Bank bjb, diantaranya Alun-alun Kejaksaan Cirebon, proyek Jalan Lingkar Majalaya, PLTM Cikaengan, Overpass Tegal Gede, Jalan Geopark Ciletuh, Pasar Rakyat Awipari Tasikmalaya dan banyak proyek lainnya.
“Kami juga memberikan penyaluran pinjaman daerah ke sejumlah pemerintah daerah, diantaranya Pemkot Cimahi, Pemkab Ciamis, Pemkab Kuningan dan Pemkab Lampung Utara,” terangnya.
Dalam menyokong program pembangunan, lanjut Tedi, Bank bjb memiliki program bjb INDAH atau Infrasturktur Daerah. Melalui program ini, kata dia, pemerintah maupun swasta bisa mengajukan permodalan untuk pembangunan.
“Kami pun konsisten dalam penyaluran kredit kepada BPR maupun BLUD. Karena lembaga tersebut pun sama menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan harus kami dorong untuk terus berkembang. Selain itu, sektor UMKM pun menjadi fokus kami untuk lebih didorong maju dan bisa membantu menggerakkan perekonomian di masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendorong kemajuan sektor UMKM, tambah Tedi, sudah banyak langkah nyata yang dilakukan oleh Bank bjb melalui berbagai program. Diantaranya, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Mikro Utama (KMU), Kredit UK dan Kredit Cinta Rakyat (KCR).
“Selain memberikan bantuan permodalan, kami pun memberikan pelatihan dan pendampingan usaha secara berkala kepada para pelaku usaha mikro,” pungkasnya. (R2/HR-Online)