Situasi gempa di Ambon dengan magnitudo 6.8 yang terjadi pada hari Kamis (26/09) pukul 06.46 WIB hingga kini masih ditunggu update terbarunya.
Dengan magnitudo besar, gempa yang mengguncang Kota Ambon membuat ratusan rumah rusak berat. Tak hanya itu, banyak korban jiwa yang berjatuhan.
Menurut Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di kedalaman 10 meter yang lokasinya berada di darat dengan jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon.
Meski guncangannya sangat besar, namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.
Rahmat juga menambahkan bahwa gempa yang terjadi di Ambon tersebut adalah jenis gempa dangkal yang diakibatkan karena aktivitas sesar lokal.
Baca juga: Peristiwa Gempa Bumi Terdahsyat Sepanjang Sejarah Dunia
Situasi Gempa di Ambon
Dikabarkan bahwa Sabtu (28/9) pukul 12.00 WIT, ada gempa susulan sebanyak 484 di Ambon. Dimana 64 gempa diantaranya dirasakan di wilayah Kairatu, Ambon yang skalanya V MII, Masohi III MMI dan Banda II MMI.
Seorang warga Ambon di kawasan Talake yang diketahui bernama Ronald Regang mengatakan bahwa gempa membuat masyarakat sangat panik.
Orang dewasa hingga anak-anak lari ke Gunung Nona dengan mengemudikan motor maupun mobil. Tak hanya menyelamatkan diri, warga juga membawa harta bendanya.
Selain di Gunung Nona, warga juga berlari ke tempat yang tinggi. Sebut saja Jalan Jenderal Sudirman, Ambon. Karenanya, jalanan langsung macet parah.
Kepanikan juga dirasakan oleh mahasiswa maupun pegawai di Universitas Pattimura. Diketahui, semua orang yang ada di dalamnya berhamburan keluar dari gedung.
Lebih lanjut, situasi gempa di Ambon yang mencekam juga bisa dilihat dari kawasan Jalan AY Patty, Kota Ambon. Jika sebelumnya ramai dengan hiruk pikuk pembeli, kini pertokoan hingga Ambon Plaza sudah tutup.
Ketika gempa melanda, ada juga masyarakat yang memantau langsung kondisi pantainya. Apabila airnya surut jauh, maka warga akan langsung lari.
Dampak Gempa Ambon
Dengan guncangan yang sangat besar, gempa di Ambon menimbulkan dampak yang sungguh memprihatinkan. Berikut sekilas dampaknya.
Korban Jiwa
Situasi gempa di Ambon per Sabtu (28/9/2019) pagi dari Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 20 korban meninggal dunia.
Dari 20 korban tersebut, 8 orang Kota Ambon, 2 orang Seram bagian barat dan 10 orang Maluku Tengah. Selain itu, gempa juga menyebabkan 152 orang luka-luka.
Korban luka-luka sebanyak 31 orang Kota Ambon, 13 orang Seram bagian barat dan 108 orang Maluku Tengah. Sementara untuk korban mengungsi sebanyak 25.000 orang.
Kerusakan Bangunan
Ratusan bangunan rusak akibat gempa Ambon. Diketahui, ada 534 unit rumah yang mengalami kerusakan. Dimana 106 dinyatakan rusak berat, 125 rusak sedang dan 303 rusak ringan.
Selain itu, gempa juga merusak 6 unit fasilitas pendidikan, 1 unit fasilitas kesehatan, 12 unit fasilitas peribadatan, 9 unit fasilitas perkantoran, 1 unit jembatan dan 2 unit fasilitas umum.
Situasi gempa di Ambon tersebut dijelaskan oleh Agus Wibowo selaku Plt Kapusdantinmas BNPB. Untuk membantu korban terdampak, BNPB sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri dan Kementerian/Lembaga.
Hingga saat ini, tim TRC BPNB dan BPBD Provinsi Maluku terus mendata dampak gempa. Selain itu, tim tersebut juga mendirikan tenda pengungsian di RSU Haukussy kudamati dan RSU Tulehu.
Jaringan Listrik Mati Total
Dampak lain yang ditimbulkan dari gempa Ambon yaitu lumpuhnya jaringan listrik. Warga pun mau tak mau harus mengungsi dalam kegelapan.
Karena listrik padam, warga juga mengaku kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Bukan hanya itu, tidak adanya jaringan listrik juga memutus koneksi internet.
Situasi gempa di Ambon membuat sebagian besar warga hanya bisa berharap air bersih di pos pengungsian dan markas TNI yang ada di Seram Bagian Barat.
Itu pun warga masih merasa kesulitan dalam mendapatkan lokasi MCK. Hal ini dikarenakan lokasi pengungsian belum ada tempat yang disediakan secara khusus untuk mandi, cuci dan kakus (MCK).
Plt Kapusdantinmas BNPB, Agus Wibowo menghimbau warganya untuk tetap tenang dan update perkembangan informasi dari sumber yang terpercaya.
Selain itu, Agus Wibowo juga menyarankan, jika terjadi gempa susulan, warga diharuskan untuk menghindari bangunan bertingkat ataupun gedung yang mudah roboh.
Situasi gempa di Ambon hingga saat ini masih mencekam. Indonesia bersedih dengan kondisi tersebut. Mari doakan korban gempa agar suasananya segera membaik. (R9/HR-Online)