Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kesulitan mendapatkan air bersih, begitu dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sejak beberapa bulan lalu.
Kondisi ini membuat pemerintah harus turun tangan memberikan air, bagi daerah yang kekurangan air bersih.
Namun, siapa sangka, pendistribusian air bersih yang dilakukan anggota BPBD Ciamis ke masyarakat seringkali tidak berjalan lancar.
Sejumlah anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, menceritakan lika liku selama mengawal pendistribusian air bersih ke sejumlah pelosok daerah di Ciamis.
Iwan Supriatna, salah satu anggota BPBD Ciamis, menyebut dirinya kerap bolak-balik mengangkut air menggunakan truk tangki hingga menjelajahi perkampungan sampai tengah malam.
Tragisnya, dia bersama anggota BPBD lainnya, sempat diacungi golok oleh warga yang tidak kebagian jatah air bersih.
“Di satu daerah, ketika kita menyalurkan air, ada warga marah-marah sambil menenteng golok karena ingin mendapatkan jatah air bersih lebih banyak, sementara air di mobil sudah habis,” ujarnya.
Kata Iwan, warga rata-rata masyarakat yang belum paham dengan bantuan air bersih yang diberikan pemerintah. Sudah jelas bahwa air tersebut hanya untuk keperluan minum dan memasak.
Tapi warga menginginkan air bersih yang dikirim BPBD bisa digunakan untuk keperluan mandi juga, sampai meminta jatah lebih. Padahal jatahnya itu dua ember besar saja.
“Sebenarnya bantuan air bersih ini hanya untuk keperluan memasak dan minum. Karena di dalam satu tangki hanya 5.000 liter saja, tidak cukup memuat banyak,” jelasnya.
Anggota BPBD lainnya, Fauzi, mengaku pernah mendistribusikan air sampai malam hari.
Nahasnya, tangki pengangkut air harus berjalan dari satu titik ke titik berikutnya karena ember warga tak dikumpulkan di satu lokasi.
“Padahal, bila ditempatkan di titik tertentu, penyaluran air bersih akan lebih cepat, atau ditampung terlebih dulu di satu bak, nanti air dibagi-bagi ke warga oleh aparat setempat,” ucapnya.
Kondisi sebenarnya, warga malah menyimpan ember di depan rumah masing-masing di sepanjang jalan, sehingga truk tangki harus maju perlahan, sedikit-sedikit, kemudian berhenti untuk menurunkan air. Sehingga, prosesnya memakan waktu yang cukup lama.
“Hal demikian banyak ditemukan di beberapa lokasi. Namun ada juga warga yang sudah mengerti dan tertib, mereka berkumpul di satu titik, sehingga memudahkan dan mempercepat penyaluran bantuan air bersih,” katanya.
Tantangan Anggota BPBD Ciamis dalam Menyalurkan Air Bersih
Lebih lanjut Fauzi menuturkan, dalam mendistribusikan air bersih, anggota BPBD Ciamis juga kerap mendapat tantangan ketika mengirim air ke lokasi yang cukup jauh.
“Menghadapi jalan terjal, tanjakan panjang dan sempit, bahkan sebagian jalan rusak sering ditemui di beberapa pelosok. Kita sebagai petugas harus kuat, demi melayani keperluan masyarakat yang mendesak yakni air bersih,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratn dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengakui, saat ini warga beberapa daerah di Kabupaten Ciamis mengalami kekurangan air bersih.
Hingga pertengahan September 2019, BPBD Ciamis telah menyalurkan bantuan air bersih lebih dari 500 ribu liter.
“Musim kemarau tahun 2019 kondisinya cukup memprihatinkan. Setiap hari permohonan bantuan air mencapai 30 ribu liter,” ucapnya.
Namun demikian, pihaknya bersyukur, sejauh ini masih bisa tertangani, dengan banyaknya bantuan dari pihak-pihak yang peduli, baik instansi pemerintah, BUMD, BUMN, maupun swasta, yang ikut mendistribusikan air bersih. (Jujang/R7/HR-Online)