Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) tingkat desa yang digelar Pemerintah Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyedot perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat dari Desa Sukasari maupun dari luar desa memadati lokasi HKP digelar, yakni Saung Wisata Wiradadaha.
Ketua pelaksana kegiatan, Ade Permana, ketika ditemui Koran HR, Senin (23/09/2019), mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang akan selalu dilaksanakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sukasari.
“Kegiatan ini adalah yang kedua kalinya kami laksanakan. Dimana kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama pemerintah desa dengan seluruh unsur masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para petani dan peningkatan kapasitas Gapoktan tahun 2019,” katanya.
Penjabat Kepala Desa Sukasari, Iyon Zain Triyono, mengatakan, dirinya sangat kagum dengan antusias warga yang begitu semangat hingga terwujudnya kegiatan yang besar.
“Saya secara pribadi merasa kagum kepada warga Desa Sukasari. ereka begitu antusias menggelar pelaksanaan HKP tingkat desa ini,” katanya.
Iyon menjelaskan, kegiatan Hari Krida Pertanian tersebut sepenuhnya murni kegiatan yang dilakukan secara swadaya. Menurut dia, untuk kebutuhan sarana serta prasarana kegiatan semuanya hasil swadaya masyarakat.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempunyai keinginan dan mampu melaksanakan kegiatan ini. Meski kegiatannya hanya tingkat desa, namun kemeriahannya sangat sangat luar biasa,” terangnya.
Camat Banjarsari, Dedi Mudyana, saat memberikan sambutan, mengatakan, pihaknya mengaku kagum dengan warga Desa Sukasari yang begitu semangat dan antusias dalam melaksanakan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan di tingkat desa.
“Dari kegiatan ini, jelas baru ada di Desa Sukasari yang melaksanakan kegiatan seperti ini. Mungkin ini bisa menjadi inspirasi bagi desa desa lain yang ada di Kecamatan Banjarsari,” katanya.
Pentingnya melakukan terobosan di bidang pertanian, kata Dedi, pihaknya mengajak kepada seluruh petani yang ada di Kecamatan Banjarsari agar terus semangat dan jangan putus asa dalam melakukan terobosan-terobosan demi tercapainya petani yang sukses dan mandiri.
”Jaman milenial seperti sekarang ini, para petani juga harus mampu menyiasati dan memanfaatkan perkembangan teknologi, menciptakan produk. Petani juga harus ambil langkah modern, memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi,” katanya.
Kegiatan HKP tingkat Desa yang dilaksanakan di Desa Sukasari juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Terlihat saat pelaksanaan hari terakhir kegiatan, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis hadir dan memberikan pembekalan ilmu pembuatan pupuk organik cair.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Lilis Widaningsih, saat memberikan sambutan, mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat petani Desa Sukasari.
“Sebagai petugas kami tentunya sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini. Insyaallah kegiatan seperti ini akan kami dukung. Begitu pun bapak Bupati yang tidak bisa hadir dalam kegiatan ini.
Beliau juga menyampaikan pesan agar petani bisa berubah dan mengikuti perkembangan jaman. Agar tujuan pemerintah dalam upaya peningkatan kapasitas pertanian bisa tercapai dan menghasilkan produk andalan,” katanya.
Hal senada disampaikan Mantan Kadis Pertanian Kabupaten Ciamis, Kustini yang juga hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sukasari merupakan sebuah kemajuan serta meningkatnya pola pikir petani.
“Sebenarnya judul kegiatannya perlu dibenahi lagi. Karena jika judulnya Hari Krida Pertanian, itu kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kabupaten. Untuk tingkat desa mungkin ini perlu ada perubahan atau pembenahan lagi. Namun itu nantilah sambil berjalan saja.
Tapi kendati nama kegiatannya perlu diuubah, tetap kami tentunya akan selalu memberikan suport yang sangat besar, karena kegiatan ini sangat bagus dan mampu mendongkrak serta peningkatan pemikiran petani untuk bisa lebih maju,” katanya.
Banjarsari, kata Kustini, adalah sebuah kecamatan yang paling berpotensi di bidang pertanian. Terbukti banyak sekali kegiatan kegiatan atau bantuan dari pemerintah yang membantu untuk kebutuhan serta peningkatan kapasitas pertanian.
“Seingat saya, saat menjabat sebagai kepala dinas, di Banjarsari sendiri itu kan sudah ada sebuah produk, benih padi yang saat ini tengah dikembangkan. Kalau bisa itu harus berjalan dan petani di Banjarsari khususnya, semuanya menggunakan benih yang diproduksi sendiri di Banjarsari, sebelum dijual ke luar daerah,” katanya. (Suherman/Koran-HR)