Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Ada saja cara yang dilakukan untuk menarik minat pengunjung berbelanja di stand Gebyar Pameran Produk UMKM, yang digelar warga lingkungan RW. 4, Dusun Randegan, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (08/09/2019).
Salah satunya dengan cara penukaran uang dalam bentuk koin yang terbuat dari kayu sebagai alat tukar atau transaksi. Koin-koin tersebut terbagi menjadi tiga pecahan dengan nominal 1.000, 2.000, dan 10.000.
Panitia kegiatan Gebyar Pameran Produk UMKM, Ujang Yayat, menjelaskan, penggunaan koin-koin tersebut dimaksudkan untuk mempercepat tekhnik penghitungan putaran uang transaksi selama pameran berlangsung.
“Jadi, sistemnya konsumen yang akan berbelanja diharuskan menukarkan dulu uang dalam bentuk koin kepada petugas teller, nanti koin itu yang dipakai buat belanja,” jelasnya, kepada HR Online.
Lebih lanjut Yayat mengatakan, dalam praktiknya cara seperti ini tidak terlalu sulit. Pasalnya, sebelum kegiatan pameran dilaksanakan, tekhnik tersebut sudah disosialisasikan kepada warga. Untuk memudahkan dalam pendataan pun dibuat petugas khusus yang mencatat setiap transaksi penukaran koin.
“Alhamdulillah, responya bagus. Kemarin baru pembukaan selama 4 jam saja kita sudah mengetahui ada sekitar 5 juta rupiah arus perputaran uang yang masuk,” kata Yayat.
Sedangkan, terkait pecahan nominal koin yang dibuat menyesuaikan dengan nilai harga dan jenis produk yang dijual di setiap stand pameran.
Di tempat yang sama, Sri Nuryani, perwakilan dari pegiat UMKM lingkungan setempat, mengatakan, dirinya tidak menyangka pameran ini akan mendapat antusias yang tinggi dari warga sekitar.
“Banyaknya animo masyarakat diharapkan mampu mengangkat produk-produk lokal, serta dapat neningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya ibu-ibu di lingkungan Desa Raharja,” ungkap Sri.
Sementara itu, Nono Darsono, salah seorang tokoh pemuda di lingkungan setempat, mengaku sangat mendukung penuh kegiatan pameran Gebyar Produk UMKM di lingkunganya.
“Selain agenda pameran, banyak pula kegiatan lain, diantaranya pentas seni budaya, seminar ekonomi, dan lomba keagamaan. Jadi agenda ini bukan hiburan semata, tapi mendorong bersama-sama masyarakat harus mandiri, berswadaya, dan itu bisa dimulai dari tingkat bawah,” kata Nono. (Muhlisin/R3/HR-Online)