Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Keberadaan suatu tempat ataupun daerah kadang tak bisa lepas dari berbagai cerita-cerita rakyat yang mengiringinya. Entah cerita mistik, sejarah, bahkan legenda yang diwariskan secara turuntemurun melalui riwayat pitutur.
Tak terkecuali legenda Kyai Banteng Loreng atau Kyai Kholidin, yang hingga kini masih melekat dan hidup bagi masyarakat Dusun Cijambu, RT 01 RW 01, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.
“Soal kisah ini, saya cuma mengikuti apa yang sudah disampaikan para sesepuh. Tadinya nggak ada makamnya, hanya ada tandanya saja,” kata Abah Suwaryo, saat ditemui HR Online, Kamis (12/09/19).
Berbekal keyakinan yang dimiliki, Abah Suwaryo pun berusaha melakukan penelusuran hingga akhirnya menemukan sebuah petunjuk tempat yang harus dia rawat.
“Saya mikir-mikir, masa nggak ada makamnya. Setelah saya telusuri, selang beberapa lama, baru ketemu. Dan sekarang sudah dibangunkan makam,”
kata pria berusia 81 tahun tersebut.
Lebih lanjut, Abah Suwaryo pun menceritakan tentang sejarah Kyai Banteng Loreng yang
kini menjadi ikon taman perbatasan antara Desa Cibeureum dan
Desa Jajawar.
“Dulu awalnya ada seorang sesepuh sakti dan kaya harta. Dia sehari-harinya membuat pedang di sekitar kawasan sini,” katanya.
Buktinya yakni tempat pembuatan pedang di lokasi Curug Wangi, sekitar 1 kilometer atau tidak begitu jauh dari lokasi pemakamannya yang sekarang.
“Kalau tempat pengerasan pedang lokasinya di sebelah barat, tidak jauh dari makamnya. Sekarang daerah itu namanya Curug Ciloa,” kata Abah Suwaryo.
Selain kaya, Kyai Banteng Loreng pun memelihara kerbau yang biasa digembala oleh seekor banteng.
Uji Kekuatan Kyai Banteng Loreng
Adapun yang membuat Kyai Banteng Loreng menjadi tersohor, kata Abah Suwaryo, karena dulu pernah terjadi peristiwa dimana kekuatan Kyai Banteng Loreng diuji.
“Pada saat itu ada orang yang berniat jahat. Kemudian tiba-tiba tidak bisa bergerak, hanya mondar-mandir saja nggak ingat dengan tujuan awalnya,” kata Abah Suwaryo.
Keadaan seperti itu, menurut Abah Suwaryo, hanya Kyai Banteng Loreng yang bisa menyembuhkannya. Yaitu dengan cara berdoa dan membakar sintung kelapa yang sudah kering. Kemudian dikipas-kipaskan ke muka orang yang berlaku jahat tersebut.
“Setelah didoakan, atas izin Allah, seketika itu juga orang yang berlaku jahat langsung kembali sembuh kesadarannya,” ujarnya.
Setelah kejadian itu, masyarakat setempat mempercayai Kyai Kholidin atau yang lebih dikenal Kyai Banteng Loreng sebagai sosok perkasa dan mempunyai ilmu tinggi dimana dijadikan pelindung dan benteng oleh warga.
“Siapa saja yang hendak berbuat jahat di wilayahnya, pasti akan mendapat balasan,” kata Abah Suwaryo.
Untuk menghormati sosok Kyai Banteng Loreng, kemudian dibangunkan pusara dan banteng peliharaannya. Sekarang diabadikan dalam bentuk tugu di taman perbatasan antara Desa Cibeureum dan Desa Jajawar. (Muhlisin/R4/HR-Online)