Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Ciamis menyebutkan bahwa dampak kekeringan musim kemarau tahun ini banyak mempengaruhi para petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Sarana & Prasarana Distan Ciamis, Selamet Budi Wibowo, Sp,. M.Si., mengungkapkan, jumlah luas lahan pertanian yang terkena dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini sangat banyak ketimbang tahun 2018 lalu.
“Sesuai data yang masuk, hingga 7 September 2019, sebanyak 662 hektar, meliputi ringan, sedang, berat maupun puso. Itupun tersebar di beberapa kecamatan,” katanya.
Selamet menuturkan, lebih parahnya lagi ada 21 hektar lahan pertanian yang memang gagal panen. Pertanggal 7 September 2019, data tersebut akan terus bertambah bilamana musim kemarau berkepanjangan.
“Mungkin akibat lebih awalnya musim kemarau, menjadikan para petani sangat kesulitan air,” tambahnya.
Untuk meminimalisir kekeringan dan kerugian yang dialami pertani, kata Selamet, Dinas Pertanian sudah menyalurkan bantuan pompa air sebanyak 738 unit. Bantuan itu tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Ciamis.
“Hingga tahun 2019 ini, Dinas Pertanian sudah memberikan 738 unit pompa air. Bantuan paling banyak disebarkan di sentra padi, yakni Lakbok, Banjarsari, Pamarican dan Purwadadi,” katanya, Senin (16/09/2019).
Sesuai dengan surat edaran bupati, Selamet menganjurkan petani yang memiliki area dekat dengan irigasi teknis dan masih terjamin pasokan airnya, untuk menanam padi. Sebaliknya, petani yang memiliki lahan yang tidak punya cukup pasokan air, untuk menanam palawija.
“Kami menghimbau petani untuk menanam palawija di musim kemarau. Palawija dari segi keuntungan sangat bagus dari pada memaksakan menanam padi. Karena resiko gagal panennya tinggi,” katanya. (Fahmi/Koran HR)